Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 28 April Santa Gianna Beretta Molla

Santa Gianna Beretta Molla percaya bahwa hak istimewa menjadi seorang ibu, menjadi seorang rekan kerja Allah dalam menghadirkan kehidupan baru.

Youtube Ecclesia Catholica
Orang Kudus Katolik 28 April Santa Gianna Beretta Molla. 

Pengangkatan rahim (hysterectomy) guna menyingkirkan tumor.

Resikonya rendah; tetapi, berdampak pada kematian janin dan meniadakan kemungkinan kehamilan di masa mendatang.

Seturut moralitas Katolik, dalam kasus ini hysterectomy bertujuan menyelamatkan nyawa ibu dengan mengangkat rahim yang terjangkit kanker (dengan dampak yang tak diinginkan kematian bayi yang belum dilahirkan).

Menyingkirkan tumor sekaligus mengakhiri kehamilan, sehingga memungkinkan kehamilan di masa mendatang.

Pilihan ini, yang menyangkut aborsi langsung, secara moral Katolik tidak dapat diterima.

Mengabaikan tumor dan melanjutkan kehamilan dengan penuh resiko.

Gianna tidak pernah memikirkan kemungkinan aborsi.

Ia memilih, dengan sukarela dan kemurahan hati yang besar dari pihaknya, untuk melanjutkan kehamilan penuh resiko demi kelangsungan hidup bayinya.

Kegagahan yang dilakukan Gianna adalah ia lebih memilih nyawa anaknya walau dalam situasi yang sulit dan tanpa kepastian, pun tanpa peduli resiko bagi dirinya sendiri.

(Dengan ultrasonik dan teknologi kedokteran saat ini, lebih banyak informasi dapat diperoleh para dokter dalam bedah modern, tetapi tidak di awal tahun 1960-an).

Sebagai seorang dokter, Gianna tahu benar tingginya resiko yang harus ia hadapi.

Kendati ditentang oleh para dokter dan banyak orang, Gianna berkeras pada pilihannya.

Ia mengatakan, “Dokter tidak seharusnya ikut campur.

Hak hidup anak sama dengan hak hidup ibu. Dokter tidak dapat memutuskan; adalah dosa membunuh bayi dalam rahim.”

Kepada suaminya Pietro, Gianna memohon dengan suara tegas; “Jika engkau harus memilih antara aku dan sang bayi, janganlah ragu; aku mendesak, selamatkan si bayi.”

Gianna mempercayakan keselamatan dirinya pada doa dan penyelenggaraan ilahi, “Dengan iman dan pengharapan aku mempercayakan diriku pada Tuhan.

Aku percaya pada Tuhan, ya; tetapi sekarang tergantung padaku untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang ibu.

Aku memperbaharui persembahan diriku kepada Tuhan.

Aku siap untuk segalanya, demi menyelamatkan bayiku.”

Orang Kudus Katolik 26 April Santo Paschasius Radbertus

Gianna melewatkan tujuh bulan selanjutnya hingga kelahiran sang bayi dalam kekuatan semangat yang tak tertandingi.

Selama itu, ia mohon kepada Tuhan untuk menjaga bayi dalam rahimnya agar tak mengalami kesakitan.

Pada hari Jumat Agung tahun 1962, Gianna dibawa masuk RS Bersalin Monza.

Keesokan harinya, 21 April 1962, ia melahirkan seorang bayi perempuan melalui operasi caesar.

Anak keempatnya ini beberapa hari kemudian dibabtis dengan nama Gianna Emanuella.

Kondisi Gianna semakin memburuk segera sesudah melahirkan.

Ia memohon bantuan ibunya untuk tinggal dekatnya dan menolongnya, sebab ia tak dapat menahan rasa sakitnya lagi.

Penderitaannya tampak bagai suatu kurban yang dramatis dan perlahan, yang menyertai kurban Kristus di salib.

Menjelang ajal, ia masih sempat berkata kepada saudarinya, “Andai saja engkau tahu bagaimana hal-hal dinilai secara berbeda di saat ajal!

Betapa sia-sia tampaknya hal-hal yang di dunia ini begitu kita pentingkan!”.

Gianna Beretta Molla wafat pada tanggal 28 April 1962 dalam usia 39 tahun.

Wajahnya tampak damai tenang, segala tanda kesakitan sama sekali sirna dan ia tampak dipenuhi kebahagiaan.

Pada tanggal 24 April 1994, dalam tahun yang dicanangkan sebagai Tahun Keluarga, Gianna Beretta Molla dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Dalam Misa beatifikasi yang dihadiri oleh suami, saudara-saudari beserta putera-puteri Gianna ini.

Bapa Suci mengatakan bahwa Gianna adalah teladan segenap ibu, “Seorang perempuan dengan kasih yang luar biasa, seorang istri dan ibu yang mengagumkan, ia memberi kesaksian dalam hidup sehari-hari akan nilai-nilai Injil.

Dengan berpegang pada wanita ini sebagai teladan kesempurnaan Kristiani, kita hendak memuji segenap para ibu keluarga yang penuh semangat, yang memberikan diri sepenuhnya kepada keluarga, yang menanggung derita dalam melahirkan, yang siap sedia bagi segala karya dan segala rupa kurban, agar yang terbaik dari mereka dapat dibagikan kepada sesama.”

Gianna Emanuela yang saat itu telah menjadi seorang dokter dan pejuang Gerakan Pencinta Kehidupan, menyampaikan kesaksiannya;

“Mama sayang, terima kasih telah memberiku hidup dua kali: ketika Mama mengandung aku dan ketika Mama mengijinkanku dilahirkan.

Hidupku rindu untuk menjadi kelanjutan hidupmu, sukacita hidupmu, antusiasmu, dan ia mendapati kepenuhan artinya dalam keterlibatan dan dedikasi penuh kepada siapapun yang hidup dalam penderitaan.

Mama sayang, mohon bantuan doamu senantiasa bagi segenap ibu dan segenap keluarga yang berpaling kepadamu dan mempercayakan diri mereka kepadamu.”

Gianna Beretta Molla dikanonisasi oleh paus yang sama pada tanggal 16 Mei 2004.

Pestanya dirayakan pada tanggal 28 April.

Ia mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantanya menjadi kudus.

Orang Kudus Katolik 25 April Santo Markus, Penulis Injil

Arti Nama

Gianna = Bentuk Pendek dari nama Giovanna.

Giovanna adalah bentuk feminim dari nama Giovanni (Ejaan Italia untuk nama : Yohanes).

Yohanes Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik".

Variasi Nama

Giovannetta, Vanna (Italian), Ioanna, Yanna (Greek), Lashawn, Tajuana (African American).

Jone (Basque), Joanna (Biblical), Ioanna (Biblical Greek), Iohanna (Biblical Latin).

Ioana, Ivana, Yana, Yanka, Yoana, Ivanka (Bulgarian), Joana, Jana (Catalan).

Ivana, Žana, Ivanka, Nina (Croatian), Ivana, Jana, Johana, Iva, Ivanka, Janička, Nina (Czech).

Johanna, Johanne, Hanna, Hanne, Janne, Jannicke, Jannike, Jonna, Nina (Danish).

Jana, Janna, Johanna, Hanna, Hanne, Hannie, Janneke, Jantine, Jantje, Jennigje, Johanneke, Nina (Dutch).

Jane, Janessa, Janice, Jean, Jeanne, Joan, Joanna, Johanna, Johnna, Shauna, Shavonne, Shawna, Sheena, Jo, Joanie, Joann, Joanne, Joetta, Joey, Johna, Jojo, Joleen, Jolene, Jonelle, Jonette, Joni, Jonie, Nena, Nina (English).

Johanna (Estonian), Janina, Johanna, Hanna, Hannele, Janna, Jonna, Nina (Finnish).

Jeanne, Johanne, Joanne, Nina, Ninette (French), Xoana (Galician), Jana, Janina, Johanna, Hanna, Hanne, Nina (German), Johanna, Hanna (Hungarian), Jóhanna, Jóna (Icelandic).

Chevonne, Shavonne, Shevaun, Shevon, Síne, Siobhán (Irish), Johanna (Late Roman), Janina (Lithuanian), Ivana, Jovana, Jovanka, Jovka, Vana (Macedonian), Jehanne, Johanne (Medieval French).

Johanna, Johanne, Hanna, Hanne, Janne, Jannicke, Jannike, Nina (Norwegian), Janina, Joanna, Asia, Joasia, Nina (Polish), Joana, Joaninha (Portuguese), Ioana, Ionela, Oana (Romanian).

Yana, Zhanna, Ivanna (Russian), Jean, Seona, Seonag, Sheena, Sheona, Shona, Sìne, Seònaid (Scottish), Ivana, Jovana, Ivanka, Jovanka, Nina (Serbian).

Ivana, Jana, Iva, Ivanka, Janka, Nina (Slovak), Ivana, Jana, Žana, Iva, Ivanka, Nina (Slovene), Juana, Juanita (Spanish), Janina, Janna, Johanna, Hanna, Jannicke, Jannike, Jonna, Nina (Swedish).

Yana (Ukrainian), Shan, Siân, Siwan (Welsh).

Bentuk Pendek : Gia, Giannina, Nina (Italian), Nana (Greek)

Bentuk Maskulin : ==> lihat Yohanes

Sumber: katakombe.org

(*)

[Update informasi seputar Katolik]

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved