Diskes Provinsi Kalbar Buka Pos Layanan Kesehatan Jelang Mudik Lebaran
Harry mengatakan posko atau pos pelayanan kesehatan mudik dibuka sejak 25 April di seluruh Kalbar dan berakahir pada 8 Mei 2022.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memasuki prediksi puncak arus mudik lebaran pada 29 April 2022, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat telah membuka posko layanan kesehatan ditiap moda transportasi baik darat, laut, maupun udara.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harry Agung mengatakan bahwa layanan kesehatan menuju pada arus mudik ini telah mulai dilakukan pemeriksaan terutama pada pemudik baik darat maupun air.
“Hari ini yang kita lakukan ada di Pelabuhan Senghi dan Dermaga Kapuas Indah untuk memeriksa pengemudi dan penumpang angkutan air,” ujar Harry saat melihat langsung layanan kesehatan di Dua Pelabuhan tersebut, Rabu 27 April 2022.
Tak hanya itu saja, Diskes Provinsi Kalbar juga melakukan promosi prokes dengan membagikan masker.
• POPTI Kalbar dan Sahabat Thalasemia berbagi Kebagiaan bersama Anak-anak Penyandang Tunanetra
Giat ini juga di lakukan jelang arus mudik karena diperkirakan tanggal 29 April 2022 menjadi puncak arus mudik.
Dikatakannya adapun hasil cek kesehatan yang telah dilakukan rata-rata ada yang hipertensi karena memang mereka jarang melakukan pemeriksaan. Selain itu juga ada pemeriksaan gula darah dan kolesterol dan asam urat.
“Saya lihat ada beberapa yang mengalami asam urat dan gula darah namun tidak terlalu tinggi, tapi hipertensi merupakan awal dari penyakit seperti pembuluh darah,” ujarnya.
Harry mengatakan posko atau pos pelayanan kesehatan mudik dibuka sejak 25 April di seluruh Kalbar dan berakahir pada 8 Mei 2022.
“Kita disektor kesehatan bergabung di pos pelayanan terpadu. Di Kalbar ada 28 post layanan terpadu. Termasuk dibeberapa Bandara, pelabuhan yang sifatnya merupakan pintu keluar-masuk dari Kalbar,” ujarnya.
Lanjutnya mengatakan pada rakor dengan kabupaten kota beberapa waktu lalu juga sudah diinstruksikan untuk terus melakukan kordinasi dengan DMI diantaranya memberikan imbauan prokes pada saat ibadah.
“DMI Provinsi juga saat kunjungan ke beberapa kabupaten memberikan bantuan masker ke beberapa masjid dan berkahir pada DMI Kota dalam pelaksanaan hari raya idul fitri,”ujarnya.
Adapun total bantuan yang diberikan sebanyak 20 ribu masker yang dibagikan baik di pos kesehatan dan rumah ibadah.
Terkait pelaksanaan untuk salad ied, Harry katakan tentu hal tersebut sudah diatur dalam SE Kemenag yang jelas wajib untuk penggunaan masker. Setelah itu diharapkan tetap menerapkan prokes lainnya.
“Mudik tahun ini diperboleh seperti diketahui kasus nasional pada level landai di hampir seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Pada gelombang tiga ini dikatakanya bisa saja menjadi varian terakhir , dan belum ditemukan sub varian lagi selain omicron.
“Mudah-mudahan tidak ada gelombang sanjutnya tapi penularan covid-19 masih ada ditengah-tengah kita. Maka aturan mudik tidak bebas dan dibatasi karena regulasi mudik ada syaratnya,” pungkasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Dok-Diskes-Provinsi-Kalbar-270422-posko.jpg)