Presiden Vladimir Putin Tuding Barat Dalangi Rencana Hancurkan Rusia Dari Dalam dengan Teror
Kepala FSB Alexander Bortnikov mengeklaim, enam warga negara Rusia neo-nasionalis telah merencanakan untuk membunuh Solovyev, salah satu jurnalis TV d
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kondisi keamanan di Rusia beberapa pekan terakhir mulai goyah.
Sejumlah ledakan terdengar di beberapa titik wilayah Rusia .
Terutama di daerah yang tak seberapa jauh dari garis perbatasan dengan Ukraina .
Termasuk di beberapa depot penyimpanan bahan bakar minyak atau BBM , dengan Belgorod menjadi satu di antaranya.
• Invasi ke Ukraina Masuki 3 Bulan, Kelemahan Militer Rusia Terkuak ! Angkatan Darat hingga Udara
Terkait kekacauan yang terjadi di dalam negeri Rusia itu, Presiden Rusia Vladimir Putin bersikap tegas .
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin 25 April 202 menuduh Barat berusaha menghancurkan Rusia dari dalam.
• Daftar 10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Terbesar Dunia, Belanja Militer Rusia Kalah dari India !
Termasuk dengan menghasut Ukraina untuk merencanakan serangan terhadap wartawan negeri beruang merah.
Putin mengatakan, Badan Keamanan Federal (FSB) pada Senin telah mencegah upaya pembunuhan oleh "kelompok teroris" terhadap jurnalis TV Rusia Vladimir Solovyev.
"Mereka telah pindah ke teror, untuk mempersiapkan pembunuhan jurnalis kami," kata Putin tentang Barat, berbicara kepada jaksa tinggi Rusia, seperti dikutip Reuters.
Putin, mantan mata-mata KGB yang telah memerintah Rusia sebagai pemimpin tertinggi sejak hari terakhir tahun 1999, tidak segera memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya.
Kepala FSB Alexander Bortnikov mengeklaim, enam warga negara Rusia neo-nasionalis telah merencanakan untuk membunuh Solovyev, salah satu jurnalis TV dan radio paling terkenal di Rusia, atas perintah Badan Keamanan Negara (SBU) Ukraina.
• Rusia Umumkan Gencatan Senjata Sepihak di Mariupol , Presiden Vladimir Putin Beri Instruksi Khusus
SBU membantah tuduhan itu, yang katanya fantasi yang Moskow buat.
"SBU tidak memiliki rencana untuk membunuh V Solovyev," tegas FSB dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.
Vladimir Solovyev, pembawa acara talk show yang tamunya sering merendahkan Ukraina dan membenarkan tindakan Rusia di negara itu, berterima kasih kepada FSB.
Vladimir Putin menyatakan, Barat telah menyadari bahwa Ukraina tidak bisa mengalahkan Rusia dalam perang sehingga pindah ke rencana yang berbeda, penghancuran Rusia dari dalam.