Ramadhan Kareem

Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Pakai Beras Pemberian Orang yang Juga Bayar Zakat Fitrah?

Bagaimana jika seseorang mendapatkan beras dari zakat fitrah dan ia ingin menunaikan kewajibannya berzakat, bolehkah membayar zakat dengan beras pembe

Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Enro
Ilustrasi Zakat Fitrah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus di bulan Ramadhan.

Membayar Zakat fitrah hukumnya wajib, bagi setiap muslim/muslimah yang hidup di bulan Ramadhan.

Zakat fitrah bisa dibayarkan dalam bentuk makanan pokok ataupun uang tunai.

Makanan pokok berupa satu sha beras atau setara dengan 2,8 kilogram.

Pendapat ulama lain menyebutkan, satu sha itu setara dengan 2,2 kilogram.

Dalil Zakat Fitrah dengan Uang ! Bolehkah Zakat Fitrah dengan Uang ?

Dalam praktiknya, jumlah itu digenapkan menjadi 2,5 kilogram beras sebagai bentuk kehati-hatian.

Bagaimana jika seseorang mendapatkan beras dari zakat fitrah dan ia ingin menunaikan kewajibannya berzakat, bolehkah membayar zakat dengan beras pemberian zakat?

Ketua Program Doktor Kajian Stratejik & Global Universitas Indonesia, Hanief Saha Ghafur mengatakan, boleh mengeluarkan zakat dengan beras pemberian zakat.

"Karena kalau zakat itu diberikan kepada fakir miskin, maka itu sudah menjadi hak milik sepenuhnya," kata Hanief 8 Mei 2021 lalu.

Kapan Zakat Fitrah Dibayarkan Menurut Madzhab Syafi’i & Apakah Bayi Baru Lahir Wajib Bayar Zakat?

Artinya, penerima zakat boleh menggunakan beras itu untuk keperluan apa pun, termasuk membayar zakat.

Hanya saja, pembayaran zakat lebih diutamakan dengan hasil jerih payah seorang Muslim.

"Yang lebih utama adalah kalau zakat fitrah berasal dari sepenuhnya hasil jerih payah dan keringat dia sendiri," ujar Hanief.

Menurut dia, seorang fakir miskin sebenarnya tidak memiliki kewajiban untuk membayar zakat fitrah.

Akan tetapi, tidak ada larangan jika mereka tetap ingin mengeluarkan zakat.

Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz) Arifin Purwakananta mengatakan, beras pemberian zakat boleh digunakan untuk membayar zakat.

Menurutnya, beras pemberian zakat tersebut merupakan rezeki seseorang.

Apakah Bayi Baru Lahir Wajib Bayar Zakat Fitrah? Begini Penjelasannya

"Tidak apa-apa. Misal, kita mendapat rejeki, baik dari bekerja, hadiah, maupun dizakati, itu tidak apa-apa kalau sudah jadi milik kita," kata Arifin, seperti diberitakan Kompas.com, 21 Mei 2020.

"Jadi begitu diberikan, maka beras atau harta itu hitungannya milik kita. Jika merasa cukup ya silakan membayar zakat," lanjut dia.

Arifin menyebutkan, beras yang tidak boleh digunakan untuk membayar zakat adalah beras kepemilikan orang lain, seperti beras dari berhutang.

Sebab, salah satu syarat dari zakat adalah milik penuh.

Jika tidak memiliki apa pun untuk membayar zakat, maka ia tidak terbebani kewajiban zakat, tapi justru harus diberikan zakat fitrah.

"Makanya zakat tidak perlu hutang. Kalau yang tidak punya harusnya dizakati," ujar Arifin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bolehkah Membayar Zakat Fitrah dengan Beras Pemberian Zakat?"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved