Meski Tak Open House, Bupati Satono Tetap Terima Tamu yang Ingin Lebaran Tapi Di Hari Ketiga

Ke rumah orang tua meminta maaf, bukan ke rumah Bupati, namun setelah raya ketiga baru boleh ke Rumah Bupati, saya membuka pintu

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok Prokopim Pemkab Sambas
Bupati Sambas Satono saat meninjau operasi pasar bazar pangan murah di Pasar Tradisional Selakau, Kabupaten Sambas, Rabu 20 April 2022.istimewa/Dok Prokopim Pemkab Sambas 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Satono mengungkapkan akan membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bertamu ke rumahnya saat lebaran Idulfitri 1443 H. Namun demikian Satono mengatakan tidak melakukan open house.

“Saya lebaran tahun ini tidak open house namun tetap menerima tamu mulai Raya Idulfitri hari ketiga,” ucap Bupati Sambas Satono, Sabtu 23 April 2022.

Satono mempersilahkan kepada siapapun yang ingin lebaran ke rumahnya.

Namun, dia katakan, sebaiknya pada hari raya satu dan dua masyarakat lebih dulu bermaaf-maafan di orang tua masing-masing.

Bupati Satono Minta Jajaran Satpol PP Amankan Kantor Dinas Selama Libur Lebaran

“Silahkan, pada hari kesatu dan kedua masyarakat ke rumah masing masing untuk memohon ampun ke kedua orang tua, sanak keluarga,” katanya.

Sehingga kata dia, momen lebaran itu dimaksimalkan untuk bercengkrama dan mempererat silaturahmi antar sanak keluarga.

“Ke rumah orang tua meminta maaf, bukan ke rumah Bupati, namun setelah raya ketiga baru boleh ke Rumah Bupati, saya membuka pintu,” jelasnya.

Satono mengatakan pesan bahwa jabatan hanyalah sebuah titipan dan amanah yang diberikan Tuhan kepada kita.

Jadi sambungnya, jangan sampai kita terlalu mendewakan jabatan.

“Sebab jabatan sifatnya sementara. Begitu selesai masa jabatan kita akan kembali kepada biasanya. Kita berasal dari rakyat biasa, saat diberikan jabatan itu hanya sebuah amanah yang patut disyukuri dan dijalankan kewajibannya. Selepas itu kita kembali menjadi rakyat biasa,” terangnya.

Menurut dia manusia dihadapan Tuhan sama, tidak ada yang membedakan dari status sosial, hanya ketakwaan di hadapan Tuhan yang membuat kita beda.

“Jangan pernah berlaku diskriminatif kepada sesama manusia, walaupun kita berbeda-beda jangan menjadikan hal itu untuk kita bertindak diskriminatif,” jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved