Ramadhan Kareem

Bolehkah Memberikan Biaya Jasa Dalam Penukaran Uang Baru? Ini Kata Buya Yahya

Buya Yahya juga menambahkan, saat melakukan penukaran, bukan hanya nilainya yang sama, tapi serah terimanya juga harus sama.

SHUTTERSTOCK
ilustrasi penukaran uang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penukaran uang baru umumnya dilakukan oleh sebagian besar masyarakat dijelang perayaan hari-hari besar.

Satu diantaranya ialah hari lebaran Idul Fitri.

Penukaran uang biasanya dilakukan dengan Bank yang memang telah menyediakan.

Namun terkadang penukaran uang juga dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan upah.

Lalu bagaimana hukumnya dalam Islam? Apakah diperbolehkan?

Buya Yahya dalam video YouTube Al-Bahjah TV memberikan penjelasan tentang penukaran uang baru dalam agama Islam.

Hukum Menukar Uang Baru Dalam Islam, Ini Kata Ustad Abdul Somad dan Buya Yahya

Siti Maryam menunjukkan uang baru tahun emisi 2016 usai melakukan penukaran di Mobil Kas Keliling Bank Indonesia, di Entikong, Rabu (11/1/2017).
Siti Maryam menunjukkan uang baru tahun emisi 2016 usai melakukan penukaran di Mobil Kas Keliling Bank Indonesia, di Entikong, Rabu (11/1/2017). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA)

Disampaikan Buya Yahya, saat bertransaksi, banyak uang yang ditukarkan tetap diberikan dengan jumlah nilai yang sama.

Misalnya jika seseorang ingin menukar Rp 1.000.000 dengan pecahan uang yang dia inginkan, maka totalnya tetap Rp 1.000.000.

Lalu untuk uang jasa penukaran, diberikan dengan transaksi lain, diluar dari transaksi penukaran uang.

"Jadi selesai serah terima ok. Baru ada transaksi lain,"

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved