Profil Singkat R.A Kartini dan Isi Surat 'Habis Gelap Terbitlah Terang'

R.A Kartini semasa hidupnya berjuang untuk kesetaraan dan emansipasi wanita.

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi - Ucapan hari Kartini 2022 yang diperingati 21 April 2022. 

6. Raden Mas Moeljono lahir 26 Desember 1885.

7. Raden Ajeng Soematri lahir 11 Maret 1888.

8. Raden Mas Rawito lahir 16 Oktober 1892.

Isi Surat Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang

Dikutip dari buku Sisi Lain Kartini oleh Prof. Dr. Djoko Marihandono, dkk, semasa hidupnya, RA Kartini telah melewati banyak rintangan hidup, ia berusaha mencari jati dirinya menuju kedewasaan.

Seluruh isi pikirannya lewat surat menyurat dengan sejumlah aktivis perempuan di Belanda pada masa kolonial itu kemudian dirangkum dalam buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Di dalam buku terlihat pemikiran Kartini sebagai seseorang dengan latar belakang dari kalangan bangsawan menginginkan supaya kaum perempuan pada saat itu dan hingga kini mempunyai kemampuan untuk mandiri dan menentukan jalan hidupnya.

Selain pemikiran tentang emansipasi dan kesetaraan bagi perempuan, di dalam buku itu Kartini juga menyampaikan perjalanannya dalam mendalami Islam.

Berikut isi surat 'Habis Gelap Terbitlah Terang' :

1. Surat 1

Saya ini anak bangsa Jawa, dibesarkan dan seumur hidup ini ada di sini. Percayalah bahwa wanita Jawa juga mempunyai hati yang dapat merasakan, dapat menderita, sama dengan hati wanita negeri Nyonya (negeri Belanda) yang paling halus sekalipun...

Tetapi, mereka hanya menderita dengan berdiam diri, mereka menyesuaikan diri, karena tidak berdaya, disebabkan oleh kurang pengetahuan dan kebodohan ...

Orang Belanda suka menertawakan dan mengolok-olok kebodohan bangsa kami, tetapi kalau kami mau belajar, mereka menghalang-halangi dan mengambil sikap memusuhi kami. Kami mau mencapai pengetahuan dan peradaban yang sama dengan orang Eropa. Menghalang-halangi kemajuan rakyat adalah sama dengan perbuatan Casar yang pada satu pihak mengkhotbahkan perdamaian kepada dunia, tetapi pada lain pihak menginjak-injak hak-hak rakyatnya sendiri (surat Kartini untuk nyonya Nellie van Kol, 1 Agustus 1901 dalam Sitisoemandari, 1986:64)

2. Surat 2

Ia pun prihatin atas sikap dan perilaku para Penguasa yang mementingkan diri sendiri:

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved