KALBAR POPULER 24 JAM - Ibu Suruh Anak Kirimkan Sabu untuk Ayah di Lapas hingga Inspeksi Keselamatan

Berikut adalah rangkuman informasi yang tersaji dalam Kalbar populer 24 jam hingga hari ini Kamis 21 April 2022 pagi.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase / Tribunpontianak.co.id
Petugas Lapas Kelas IIB Ketapang saat mendapati sabu di dalam Bungkusan makanan ringan yang dikirimkan anak untuk ayahnya yang merupakan warga binaan (kiri) Ram Check Dishub Kalbar untuk memastikan kondisi kendaraan menjelang lebaran, satu diantaranya bus antar kabupaten kota dalam Provinsi sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan (kanan) dan Personel Polsek Kayan Hulu Bersama Instansi Kecamatan Kayan Hulu dan Warga Perbaiki Jembatan Gantung yang Rusak, Rabu 20 April 2022 (kanan). 

Berikut syarat penumpang menggunakan kapal PT Pelni Cabang Pontianak.

Penumpang diwajib membawa atau melampirkan foto copy 2 lembar syarat berikut ini;

- KTP/ KK/ SIM atau passport

- calon penumpang yang sudah memiliki vaksin dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan surat keterangan antigen atau PCR

- Calon penumpang yang memiliki vaksin dosis kedua (belum lengkap) wajib menunjukkan surat keterangan negatif antigen 1x24 jam atau PCR 3 x 24 jam

- Calon penumpang yang belum vaksin karena komorbid harus menyertakan surat rujukan dokter dari RS pemerintah dan wajib menunjukkan surat keterangan negatif PCR 3 x 24 jam

- Calon penumpang dengan usia dibawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendampingan orang tua dan menjalankan proses secara ketat aktifkan aplikasi Peduli Lindungi. 

BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>

5. Polsek Bersama Instansi Kecamatan Kayan Hulu dan Warga Perbaiki Jembatan Gantung yang Rusak

Brigadir Nursahid, anggota Polsek Kayan hulu Polres Sintang laksanakan kurve perbaiki jembatan gantung yang sudah rusak di kecamatan Kayan hulu bersama warga dan instansi Kecamatan Kayan hulu, Rabu 20 April 2022).

Jembatan gantung kecamatan Kayan hulu Kqb. Sintang Desa Nanga tebidah yang merupakan jalan utama dan yang pertama sebelum adanya jembatan besi merupakan jalur lintas utama untuk menghubungkan masyarakat dari desa ke desa lainnya

Jembatan kini telah tua di makan usia sehingga jembatan tersebut sudah mulai rusak dan perlu adanya perbaikan untuk keamanan masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut.

Belum ada kejelasan dari mana biaya perbaikan atau perawatan jembatan gantung yang kini sudah tua tersebut sehingga instansi-instansi terkait hanya bisa bekerjasama bahu membahu untuk mengumpulkan bahan sedikit demi sedikit untuk biaya perawatan jembatan gantung di desa Nanga tebidah.

Personel polsek dan aparatur kecamatan dan masyarakat Kayan Hulu dengan semangat dan kompak memperbaiki jembatan yang sudah rusak untuk kenyamanan dan keamanan bersama saat berjalan kaki atau berkendaraan roda dua.

BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved