Rusia Ultimatum Sisa Tentara Ukraina di Kota Mariupol, Menyerah Jika Ingin Tetap Hidup
Ultimatum dari Kementerian Pertahanan Rusia ini diketahui datang setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin malam mengumumkan dimulainya s
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gerak maju pasukan Rusia di kota Mariupol semakin membuat petempur Ukraina makin terpojok.
Terbaru, petempur Ukraina yang terdiri dari tentara reguler, relawan asing dan milisi Azov kini bertahan di kawasan industri dan pabrik metalurgi, Azovstal.
Nyaris kalah total, para petempur Ukraina itupun mendapat 'tawaran' menyerahkan diri dari tentara Rusia jika ingin tetap hidup .
Ultimatum itu dikeluarkan militer Rusia pada Selasa 19 April 2022 .
Baca juga: Rusia Vs Ukraina Tak Akan Damai , Petinggi PBB Minta Bantuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan
Tentara Rusia mendesak pasukan Ukraina dan pejuang asing yang bersembunyi di pabrik metalurgi Azovstal di Kota Mariupol, Ukraina timur untuk meletakkan senjata jika masih ingin hidup.
Dirangkum dari laman Kompas.com, Rusia memberi batas waktu hingga Selasa tengah hari waktu Moskwa.
Kota Mariupol yang telah dikepung oleh pasukan Rusia selama berminggu-minggu telah menyaksikan pertempuran paling sengit dan kehancuran paling komprehensif sejak Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
• Rusia Tambah 11 Batalion Pasukan Tempur Baru , Ribuan Tentara Ukraina di Donbass Terancam Terkepung?
Pihak berwenang Ukraina mengatakan pada Senin 18 April 2022, bahwa tidak kurang dari 1.000 warga sipil tengah bersembunyi di tempat perlindungan bawah tanah di bawah pabrik Azovstal yang luas tersebut.
Mereka menyampaikan bahwa Rusia telah menjatuhkan bom berat ke pabrik yang dikuasai Ukraina di kota yang terkepung itu.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pasukan Ukraina dan pejuang asing di dalam pabrik untuk menyerah.
"Semua yang meletakkan senjata dijamin akan tetap hidup," kata Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir dari Kompas.com yang merangkum laman Reuters.
• Perang Rusia Vs Ukraina Terbaru , 108 Titik Kantong Tentara Ukraina Diserbu ! Donbass Berkecamuk
Kementerian Pertahanan Rusia meminta pasukan Ukraina untuk mundur dari pabrik baja antara pukul 14.00 dan 16.00 waktu Moskwa (18.00 WIB dan 20.00 WIB).
Tanpa terkecuali, tanpa senjata, dan tanpa amunisi !
Ultimatum dari Kementerian Pertahanan Rusia ini diketahui datang setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin malam mengumumkan dimulainya serangan baru oleh Moskwa .
Di mana serangan itu disebutkan difokuskan di timur negara bekas Soviet tersebut.