Breaking News

Pemerintah Perbolehkan Mudik, Alda Bahagia Pulang ke Natuna

Diprediksi volume pemudik yang akan menggunakan transportasi laut pada arus mudik Lebaran 2022 mencapai 1,4 juta penumpang atau melonjak 234 persen

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Alda dan Along menunjukkan tiket mudik menggunakan armada Pelni. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah pemudik pada Lebaran 2022 akan mencapai 85,5 juta orang.

Angka ini naik 40 persen dibandingkan pada tahun 2019 sebelum terjadi pandemi COVID-19.

Diprediksi volume pemudik yang akan menggunakan transportasi laut pada arus mudik Lebaran 2022 mencapai 1,4 juta penumpang atau melonjak 234 persen dari tahun 2021.

Angka tersebut merupakan hasil survei Badan Litbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai prediksi jumlah pemudik via kapal laut pada masa mudik Idul Fitri 1443 H/2022.

Pelni Cabang Pontianak Siapkan 3 Armada Layani Arus Mudik

Satu diantara pemudik Alda, tujuan Kepulauan Natuna mengaku jadwal mudik disesuaikan dengan jadwal kuliahnya.

Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak ini mengaku perkuliahan baru diliburkan sehingga ia bergegas pulang.

"Saya pesan tiket untuk kepulangan ke pulau Natuna. Belinya untuk tiga orang, dari Pontianak ke Natuna harga tiketnya lumayan terjangkau hanya Rp 169 ribu jadi kalikan 3. Ini kami satu asrama, jadi pulang sama-sama," ujar Alda ditemui di PT Pelni Pontianak, Selasa 19 April 2022.

Momen idul Fitri diakui Alda merupakan momen spesial berkumpul keluarga. Sebenarnya ia berkeinginan berkumpul dengan keluarga selama Ramadhan.

Namun karena jadwal kuliah, ia baru bisa pulang ke Natuna Rabu malam.

Ia juga belum mendapatkan jadwal pasti aktivitas perkuliahan.

"Katanya libur panjang, tapi saya dan teman-teman belum mengetahui jadwal pasti. Untungnya tidak terlalu ramai jadi mungkin tidak sampai berdesakan di kapal," ujarnya.

Salah satu temannya yang akrab disapa Along mengatakan lega lantaran sudah memegang tiket pulang kampung. Ia yang mengenyam pendidikan di universitas Muhammadiyah Pontianak mengaku jarang pulang sejak pandemi.

"Bahagia bisa pulang dan diperbolehkan mudik. Rasanya tidak sabaran ketemu keluarga. Saya sengaja memilih kuliah di Pontianak karena lebih dekat. Makanya tahan meskipun perjalanan kapal belasan jam," ujar Along.

Ia mengaku sebelumnya dibelikan tiket pulang, sehingga ini merupakan kali pertama ia membeli tiket sendiri ke PT Pelni. Ia pun mengakui sangat canggung bahkan saat masuk dan bertanya ke petugas.

"Makanya baru mengetahui kalau bayarnya harus non tunai. Padahal sebelum kesini uangnya sudah ditarik untuk bayar tunai. Tapi udah dapat tiketnya numpang sama keluarga nambahin saldo yang berkurang karena ditarik tadi," ceritanya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved