Jumlah Pengangguran di China Melesat! Pabrik Perakit iPhone - Pegatron Corp Sampai Terpaksa Tutup
Jumlah pengangguran di China terbaru itu merupakan yang tertinggi sejak Mei 2020 ! Membawa kekhawatiran yang disuarakan oleh para Ekonom
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - China adalah satu di antara negara superpower di kawasan Asia.
Dikenal sebagai satu di antara raksasa ekonomi dan militer dunia berkat kemajuan pesat yang dicapai negara pimpinan Xi Jinping itu dalam beberapa dekade terakhir.
Namun, hantaman pandemi Covid-19 yang kembali muncul baru-baru ini memberikan dampak besar bagi negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu.
Jumlah pengangguran di China atau yang di Indonesia juga disebut Tiongkok itu melesat tajam!
• Daftar Juara Korea Masters 2022 Hari Ini Wakil China dan Tuan Rumah Borong Gelar
Dirangkum dari laman Kontan.co.id, hal itu terjadi imbas dari kebijakan lockdown atau penguncuan akibat kasus Covid-19 yang meningkat tajam akhir-akhir ini.
Di mana kebijakan tersebut memaksa, membatasi jutaan orang di rumah mereka dan mendorong pengangguran ke level tertinggi sejak awal pandemi serta membuat pengeluaran konsumen China merosot pada bulan Maret.
Mengutip Bloomberg Senin 18 April 2022, tingkat pengangguran yang disurvei naik menjadi 5,8 % pada bulan Maret.
Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2020.
• Amerika Serikat Tebar Ancaman ke China Terkait Perang Rusia Vs Ukraina Terkini !
"Saya khawatir tentang lapangan pekerjaan, karena itu salah satu tujuan utama pemerintah,"
"Lonjakan tingkat pengangguran akan berdampak pada perekonomian dalam jangka panjang, karena lapangan kerja mendukung kegiatan dari produksi hingga konsumsi,” kata Liu Peiqian, ekonom China di NatWest Group Plc.
Sementara itu, data resmi menunjukkan percepatan pertumbuhan produk domestik bruto pada kuartal pertama menjadi 4,8 %, lebih cepat dari perkiraan para ekonom yang memperkirakan meningkat 4,4 %.
Penjualan ritel berkontraksi 3,5
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/china-kerahkan-mata-mata-belanda-hingga-finlandia-resah-aksi-spionase-agen-intelijen-tiongkok.jpg)