Amerika Serikat Tebar Ancaman ke China Terkait Perang Rusia Vs Ukraina Terkini !
Pernyataan Janet Yellen itu mencerminkan seruan Pemerintahan Joe Biden agar China mengutuk invasi Rusia dan berpihak pada demokrasi Barat, yang dengan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Amerika Serikat adalah sekutu utama Ukraina dalam perang Rusia vs Ukrainan terkini .
Amerika Serikat atau USA baru-baru ini juga menebar 'ancaman' kepada China soal krisis terbaru di Eropa Timur itu.
Negara Adidaya berjuluk Paman Sam itu, mendesak China untuk berperan aktif menyudahi perang mematikan yang disinyalir sudah menewaskan puluhan ribu serdadu dari Ukraina dan Rusia itu.
Dirangkum dari laman Kontan.co.id Sabtu 16 April 2022, Amerika Serikat mendesak China harus membantu mengakhiri perang keji Rusia di Ukraina .
• Google AdSense Jeda Monetisasi Konten Konflik Rusia dan Ukraina! Berikut Rilis Tim Google AdSense
Jika China menolak peran tersebut, Amerika Serikat menyebut negara yang di Indonesia disebut juga Tiongkok itu akan kehilangan posisinya di dunia.
Pernyataan keras itu disuarakan oleh Menteri Keuangan AS, Janet Yellen !
• Ribuan Tentara Ukraina di Mariupol Menyerah ! Termasuk 162 Perwira | Perang Rusia Vs Ukraina Terkini
Ia mengungkapkannya pada Rabu 13 April 2022 lalu.
Dikutip dari laman Kontan.co.id, Janet Yellen menyatakan dalam pidato di lembaga think tank Dewan Atlantik, dia "sungguh-sungguh" berharap China akan menggunakan "hubungan khusus" dengan Rusia untuk membujuk Moskow untuk mengejar perdamaian.
"Sikap dunia terhadap China dan kesediaannya untuk merangkul integrasi ekonomi lebih lanjut mungkin akan dipengaruhi oleh reaksi China terhadap seruan kami untuk tindakan tegas terhadap Rusia," kata Janet Yellen, seperti dikutip Kontan merangkum Reuters.
• Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Sesumbar Tentara Rusia Segera Rebut Kota Kiev Ukraina !
Pernyataan Janet Yellen itu mencerminkan seruan Pemerintahan Joe Biden agar China mengutuk invasi Rusia dan berpihak pada demokrasi Barat, yang dengannya Beijing menikmati hubungan ekonomi yang menguntungkan.
Ke depan, Yellen menyebutkan, akan semakin sulit bagi China dan Barat untuk memisahkan masalah ekonomi dari masalah keamanan nasional yang lebih luas.
• Rusia Lancarkan Operasi Militer Pada Ukraina, Guna Mewujudkan Balance of Power
"Apa pun tujuan dan strategi geopolitik China, kami tidak melihat interpretasi yang ramah dari invasi Rusia, atau konsekuensinya bagi tatanan internasional," ungkap Janet Yellen.
China tidak bisa mengharapkan dunia untuk menghormati setiap seruan di masa depan dari Beijing tentang kedaulatan dan integritas teritorial jika gagal untuk menghormati prinsip-prinsip ini di Ukraina "sekarang, ketika itu penting", Yellen menambahkan. (*)
Materi di artikel ini juga telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul AS ke China: Bantu Akhiri Perang Rusia di Ukraina atau Kehilangan Posisi di Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ribuan-Tentara-Ukraina-di-Mariupol-Menyerah-Termasuk-162-Perwira-Perang-Rusia-Vs-Ukraina-Terkini.jpg)