Berita Perang Rusia Ukraina Hari Ini | Paus Fransiskus Sikapi Kekejaman Perang di Ukraina

Memimpin Misa, yang dihadiri oleh 5.500 orang, akan membutuhkan waktu lama berdiri selama nyanyian dan pembacaan Injil, berlutut di altar.

Editor: Ishak
TIZIANA FABI / AFP
Paus Fransiskus memimpin ibadah Jalan Salib pada Jumat Agung, di Monumen Colosseum di Roma, Jumat 15 April 2022 malam waktu setempat. Ia juga mengutuk kekejaman perang Ukraina/ ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perang Rusia vs Ukraina 2022 membawa banyak kehancuran dan kebinasaan.

Perang modern dengan persenjataan super canggih yang memakan korban jiwa tak sedikit itupun membaut Paus Fransiskus bereaksi!

Dalam momentum Paskah 2022 kali ini, Paus Fransiskus mengutuk kekejaman perang di Ukraina pada Sabtu dalam Misa malam Paskah.

Berita Perang Rusia Ukraina Hari Ini disebutkan Misa dihadiri Ivan Fedorov, walikota Melitopol, Ukraina, yang ditahan pasukan Rusia bulan lalu dan kemudian dibebaskan dalam pertukaran tahanan.

Rusia Sikapi Rencana Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Bakal di-Ukraina-kan ?

Kardinal Italia Giovanni Battista Re menggantikan paus sebagai selebran utama dalam kebaktian itu, yang melibatkan prosesi dalam kegelapan total di bagian tengah gereja terbesar.

Paus duduk di depan Basilika Santo Petrus di kursi putih besar di samping, tampak berdiri selama pembacaan Injil.

Melansir Reuters, Sabtu 17 April 2022, Paus membaca homilinya sambil duduk tetapi dengan suara normalnya dan kemudian bangkit untuk membaptis tujuh orang dewasa yang masuk Katolik.

Amerika Serikat Tebar Ancaman ke China Terkait Perang Rusia Vs Ukraina Terkini !

Paus berangkat dari teks yang disiapkan untuk mengakui kehadiran Fedorov, keluarganya dan tiga anggota parlemen Ukraina duduk di depan.

Dia berbicara tentang "kegelapan perang, kekejaman".

"Kami semua berdoa untukmu dan bersamamu,"

"Kami berdoa karena ada begitu banyak penderitaan. Kami hanya bisa menemanimu, doa kami dan berkata kepadamu 'keberanian, kami menemanimu,'" kata Fransiskus.

Dia mengakhiri dengan mengatakan "Kristus telah bangkit" dalam bahasa Ukraina.

Vatikan mengatakan Fransiskus bertemu secara pribadi dengan delegasi Ukraina sebelum Misa.

Memimpin Misa, yang dihadiri oleh 5.500 orang, akan membutuhkan waktu lama berdiri selama nyanyian dan pembacaan Injil, berlutut di altar.

Google AdSense Jeda Monetisasi Konten Konflik Rusia dan Ukraina! Berikut Rilis Tim Google AdSense

Paus berusia 85 tahun itu menderita linu panggul, yang menyebabkan nyeri pada satu kaki dan mengakibatkan pincang. Baru-baru ini Fransiskus juga mengalami sakit di lutut kanannya.

Kondisi itu seolah datang dan pergi.

Sebuah program yang dikeluarkan oleh Vatikan pada hari Jumat mendaftarkan paus sebagai kepala selebran pada kebaktian Sabtu malam. Vatikan tidak memberikan alasan resmi untuk perubahan tersebut.

Pada hari Jumat sore, paus cukup sehat untuk berjalan di sepanjang lorong baik pada awal dan akhir kebaktian Jumat Agung di basilika tetapi dia tidak bersujud di lantai seperti biasanya selama kebaktian itu.

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Sesumbar Tentara Rusia Segera Rebut Kota Kiev Ukraina !

Dia harus membatasi beberapa gerakannya selama perjalanan ke Malta pada awal April dan juga harus meminta seorang kardinal untuk menggantikannya dalam Misa pada bulan Desember.

Kegiatan Pekan Suci, yang puncaknya pada hari Minggu, menandai pertama kalinya sejak 2019 publik diizinkan untuk hadir setelah dua tahun pembatasan COVID-19.

Pada hari Minggu Paskah, hari terpenting dalam kalender liturgi Kristen, ia akan mengadakan Misa di Lapangan Santo Petrus dan kemudian menyampaikan pesan dan berkat "Urbi et Orbi" (ke kota dan dunia) dua kali setahun (ke kota dan dunia). (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul Paus Fransiskus Kutuk Kekejaman Perang Ukraina pada Misa Malam Paskah

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved