Google AdSense Jeda Monetisasi Konten Konflik Rusia dan Ukraina! Berikut Rilis Tim Google AdSense
Perubahan ini dimaksudkan untuk memperjelas, dan di beberapa kasus melengkapi, panduan penayang kami yang terkait dengan konflik ini.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Google AdSense mengambil sikap dengan menjeda monetisasi konten yang mengeksploitasi, menyepelekan, atau membenarkan perang Rusia dan Ukraina.
Berikut rilis Google AdSense selengkapnya:
• Ribuan Tentara Ukraina di Mariupol Menyerah ! Termasuk 162 Perwira | Perang Rusia Vs Ukraina Terkini
Penayang yang terhormat,
Karena adanya perang di Ukraina, kami akan menjeda monetisasi konten yang mengeksploitasi, menyepelekan, atau membenarkan perang tersebut.
Perlu diperhatikan, kami telah memberlakukan perubahan ini pada klaim yang berkaitan dengan perang di Ukraina jika klaim tersebut melanggar kebijakan yang ada (misalnya, kebijakan Konten yang Berbahaya atau Menghina melarang monetisasi konten yang mendorong kekerasan atau menyangkal peristiwa tragis).
Perubahan ini dimaksudkan untuk memperjelas, dan di beberapa kasus melengkapi, panduan penayang kami yang terkait dengan konflik ini.
Penjedaan ini berlaku untuk, tetapi tidak terbatas pada, klaim yang menyiratkan bahwa korban bertanggung jawab atas tragedi yang mereka derita atau klaim serupa yang menyalahkan korban, seperti klaim bahwa Ukraina melakukan genosida atau dengan sengaja menyerang warganya sendiri.
Hormat kami,
Tim Google AdSense
• Rusia Vs Ukraina Terkini , Presiden Volodymyr Zelenskyy Ungkap Pergerakan Terbaru Tentara Putin !
Sebelumnya, perusahaan raksasa mesin pencarian Google menjeda monetisasi konten blog atau website yang mengeksploitasi, menyepelekan, atau membenarkan peperangan di Ukraina.
Pengumuman itu disampaikan Google dalam notifikasi ke akun Google Adsense para mitranya di seluruh dunia.
"Karena adanya perang di Ukraina, kami akan menjeda monetisasi konten yang mengeksploitasi, menyepelekan, atau membenarkan perang tersebut," demikian notifikasi Google di Google Adsense berdasarkan pantauan Kompas.com, Rabu 6 April 2022.
Rusia blokir Google News
Semenatara itu di sisi lain, Rusia memblokir Google News karena dianggap konten-konten beritanya tidak bisa dipercaya, terutama terkait militer Rusia dan aktivitas operasi militer Rusia di Ukraina.
"Sumber berita online Amerika yang bersangkutan menyediakan akses ke berbagai publikasi dan materi yang berisi informasi yang tidak autentik dan penting bagi publik tentang jalannya oeprasi militer khusus di wilayah Ikraina," tulis Interfax, kantor berita Rusia yang berbahasa Inggris, dilansir Kompas.com, Jumat 25 Maret 2022.
Diketahui, Google News adalah agregator berita yang dimiliki Google.