Khazanah Islam

3 Cara Baca Doa Qunut dan Satu Pendapat yang Paling Afdhal Menurut Ustadz Abdul Somad

Dalam membaca doa qunut ada 3 versi yang bisa dipilih berdasarkan pendapat ulama yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENRO
Tata cara membaca doa Qunut saat Solat Subuh dan cara yang paling utama 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Doa qunut yang dipanjatkan saat melaksanakan sholat Subuh sangat dianjurkan menurut Imam Syafi'i.

Hukumnya adalah sunnah muakkad, sehingga banyak ulama yang menganjurkan untuk tidak meninggalkan doa qunut.

Jika memang lupa bisa menggantinya dengan sujud sahwi bahkan jika memang tidak hafal bisa diganti dega membaca doa lain.

Seperti berikut:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar."

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201).” (HR Bukhari).

Dalam membaca doa qunut ada 3 versi yang bisa dipilih berdasarkan pendapat ulama yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad.

Pendapat Paling Utama Setelah Membaca Doa Qunut Mengusap Wajah atau Tidak Menurut UAS

Dari ketiga cara membaca qunut ada satu cara yang paling Afdhal.

Ustad Abdul Somad, Lc, MA alias UAS menjelaskan beberapa cara dalam qunut dalam kanal youtube Belajar Mengaji berdurasi 7 menit 21 detik.

Dalam forum tanya jawab berjudul ‘Hukum Mengusap Wajah Setelah Sholat dan Berdoa Ust Abdul Somad Lc, MA’.

UAS menjelaskan mana yang lebih afdal dari ketiga pendapat tata cara membaca doa qunut.

1. Mengusap atau tidak mengusap wajah usai membaca qunut.

2. Mengangkat tangan saja ketika membaca doa qunut tapi tidak mengusap atau menyapu wajah usai membacanya.

3. Tidak mengangkat tangannya saat membaca qunut dan tidak juga mengusap wajah setelahnya. Melainkan hanya mengaminkan saja ketika qunut dibacakan.

Dari tiga pendapat ini yang disampaikan UAS menurut Imam Nawawi, yang paling kuat adalah pendapat yang kedua.

“Mengangkat tidak mengusap,” terang UAS.

Artinya pendapat yang paling utama menurut UAS adalah cara berdoa qunut dengan mengangkat dan diakhiri dengan tidak mengusap tangan ke wajah.

Namun jika ada yang melakukan doa qunut dengan cara pertam adan ketiga tetap tidak masalah sebab semuanya ada dasarnya berdasarkan tiga pendapat yang disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.

Sementara UAS menyampaikan bahwa dirinya berpegang pada pendapat kedua, tidak mengusap wajahnya usai membaca doa qunut shalat subuh.

Doa Qunut Sendiri

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

"Allahummah diinii fiiman hadait. Wa 'aafinii fiman aafait. Watawallanii fiiman tawallait. Wabaariklii fiimaa a'thait. Waqinii birahmatika syarra maa qadlait. Fa innaka taqdlii walaa yuodlaa 'alaik. Wa-innahu laa yadzillu man waalait. Walaa ya'izzu man aadait. Tabaarakta rabbanaa wata 'aalait. Falakal hamdu 'alaa maa qadlait. Astaghfiruka wa-atuubu i laik. Washallallaahu'alaa sayyidinaa muhammadin nabyyil ummiyyi wa-'alaa aalihi washahbihii wasallam."

Artinya : 

“Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada merek, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan."

"Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau."

"Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan, aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau, dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.”

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved