Poli Jantung dan Pembulu Darah di RSUD Abdul Aziz Singkawang Sudah Beroperasi

Poli Jantung dan Pembulu Darah ini dibuka setiap Senin hingga Kamis pada pukul 07.30 hingga 11.30 WIB serta Jumat dan Sabtu pada pukul 7.30 hingga 10.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Rizki Kurnia
RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Aziz resmi membuka layanan medis Poli Jantung dan Pembulu Darah sejak pekan lalu.

Poli Jantung dan Pembulu Darah ini dibuka setiap Senin hingga Kamis pada pukul 07.30 hingga 11.30 WIB serta Jumat dan Sabtu pada pukul 7.30 hingga 10.00 WIB.

Sedangkan dokter yang bertugas di Poli Jantung dan Pembulu Darah ini adalah dr Muhammadnur Rachim Enoch, Sp.JP.

Direktur RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang, dr Achmad Hardin Sp.PD menerangkan, Poli Jantung dan Pembulu Darah ini memberikan sejumlah layanan kesehatan kepada masyarakat.

Tjhai Chui Mie Berangkatkan Imam Masjid dan Qory Singkawang Pergi Umrah ke Tanah Suci

Seperti pemerimsaan treadmill, di mana pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kinerja jantung selama seseorang melakukan aktivitas fisik.

"Karena aktivitas fisik dapat membuat jantung memompa lebih keras dan cepat. Pemeriksaan treadmill dapat membantu mengungkapkan adanya masalah aliran darah dalam jantung," kata dr Achmad Hardin, Senin 11 April 2022.

Dalam layanan di RSUD Abdul Aziz juga dapat melakukan Ekokardiografi,  pemeriksaan jantung dan pembuluh darah besar dengan menggunakan gelombang suara-ultra.

Selain itu ada juga layanan pemeriksaan jantung dengan Holter. Holter ini memungkinkan gangguan irama jantung anda terdeteksi bahkan menilai aktivitas jantung Anda di bawah aktivitas normal atau berkemungkinan serangan jantung.

"Bahkan jika masyarakat terkena serangan jantung juga bisa mendapatkan layanan medis di RSUD Abdul Aziz, dimana nantinya pasien bisa mendapatkan layanan trombolisis, semacam pengobatan darurat untuk melarutkan gumpalan darah yang terbentuk di arteri yang memberi makan jantung dan otak, yang merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke iskemik dan di arteri paru-paru (acute pulmonary embolism). Atau masyarakat dapat mendapatkan layanan Hepalisasi bisa dilakukan," jelasnya.

Meski secara umum saat ini, kata Achamad Hardin, masih sebatas layanan diagnosis belum bisa tahap layanan penyakit jantung intervensi seperti pemasangan ring dan sebagainya. Sehingga jika dilakukan maka pasien masih akan dirujuk ke Pontianak.

"Kedepannya akan kita lakukan peningkatan pelayanan dan fasilitas. Nanti kita usulkan dulu," ujarnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Singkawang]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved