Khazanah Islam
Pendapat Paling Utama Setelah Membaca Doa Qunut Mengusap Wajah atau Tidak Menurut UAS
Sebab doa qunut memiliki keutamaan besar, bahkan bagi yang tidak hafal bisa menggantinya dengan doa pendek yang dihafal.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Membaca doa qunut pada Sholat Subuh dianjurkan menurut Imam Syafi'i, hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang kuat.
Makanya sebagian ulama menyayangkan jika dengan sengaja tidak melaksanakan doa qunut.
Sebab doa qunut memiliki keutamaan besar, bahkan bagi yang tidak hafal bisa menggantinya dengan doa pendek yang dihafal.
Seperti berikut.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar."
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201).” (HR Bukhari).
Lantas bagaimana tata cara melaksanakan doa qunut yang dilaksanakan pada rakaat kedua sesudah i'tidal ?
Dalam pelaksanaan ada beberapa pendapat mulai dari mengangkat tangan, mengangkat tangan plus mengusap waja dan tanpa angkat serta usap wajah.
• Doa Qunut Subuh dan Doa Penggantinya Jika Tidak Hafal
Dikutip dari Serambinews Ustad Abdul Somad, Lc, MA alias UAS sempat memberi penjelasan mengenai hal tersebut dalam kanal youtube Belajar Mengaji berdurasi 7 menit 21 detik.
Dalam forum tanya jawab berjudul ‘Hukum Mengusap Wajah Setelah Sholat dan Berdoa Ust Abdul Somad Lc, MA’.
UAS menjelaskan mana yang lebih afdal dari ketiga pendapat tata cara membaca doa qunut.
Pertama, mengusap atau tidak mengusap wajah usai membaca qunut.
Kedua mengangkat tangan saja ketika membaca doa qunut tapi tidak mengusap atau menyapu wajah usai membacanya.
Ketiga tidak mengangkat tangannya saat membaca qunut dan tidak juga mengusap wajah setelahnya.
Melainkan hanya mengaminkan saja ketika qunut dibacakan.
Dari tiga pendapat ini yang disampaikan UAS menurut Imam Nawawi, yang paling kuat adalah pendapat yang kedua.
“Mengangkat tidak mengusap,” terang UAS.
Tapi menurut UAS jika ada diantaranya yang tetap mengusap wajah usai membaca doa qunut, maka perbuatan ini masih masuk dalam tiga pendapat yang disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.
Sementara UAS menyampaikan bahwa dirinya berpegang pada pendapat kedua, tidak mengusap wajahnya usai membaca doa qunut shalat subuh.
Doa Qunut Sendiri
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
"Allahummah diinii fiiman hadait. Wa 'aafinii fiman aafait. Watawallanii fiiman tawallait. Wabaariklii fiimaa a'thait. Waqinii birahmatika syarra maa qadlait. Fa innaka taqdlii walaa yuodlaa 'alaik. Wa-innahu laa yadzillu man waalait. Walaa ya'izzu man aadait. Tabaarakta rabbanaa wata 'aalait. Falakal hamdu 'alaa maa qadlait. Astaghfiruka wa-atuubu i laik. Washallallaahu'alaa sayyidinaa muhammadin nabyyil ummiyyi wa-'alaa aalihi washahbihii wasallam."
Artinya :
“Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada merek, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan."
"Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau."
"Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan, aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau, dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.”