Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 10 April Santa Magdalena de Canossa

Maddalena Gabriella dei marchesi di Canossa (Magdalena dari Canossa) lahir pada tanggal 1 Maret 1774 di Verona, Italia.

Tayang:
katakombe.org
Orang Kudus Katolik 10 April Santa Magdalena de Canossa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Orang Kudus Katolik 10 April ini merayakan Santa Magdalena de Canossa.

Maddalena Gabriella dei marchesi di Canossa (Magdalena dari Canossa) lahir pada tanggal 1 Maret 1774 di Verona, Italia.

Ia adalah puteri dari pasangan, Marquis Ottavio Di Canossa dan Teresa Szluha.

Ayahnya adalah seorang bangsawan terhormat “Di Canossa” dari Verona dan ibunya juga seorang Countess (puteri bangsawan) dari Hungaria.

Orang Kudus Katolik 10 April Beato Antonius Neyrot

Sebagai seorang puteri bangsawan, Magdalena kecil hidup dalam segala kemewahan dan kemuliaan duniawi, namun Tuhan ternyata memiliki rencana yang indah bagi bunga kecil dari Verona ini.

Saat ia berusia 5 tahun ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dua tahun kemudian ibunya meninggalkan istana bangsawan “di Canossa” untuk menikah lagi dengan seorang bangsawan dari Mantua.

Magdalena bersama tiga orang saudaranya yang telah kehilangan ayah dan ibunya lalu di asuh oleh paman mereka yang bernama Girolamo di Canossa.

Pada tahun 1791 Magdalena sempat masuk postulan biara Karmel dan tinggal selama sepuluh bulan dalam biara.

Namun dalam doa-doanya ia menyadari bahwa menjadi seorang Karmelite bukanlah jalan yang disiapkan Tuhan baginya.

Ia lalu kembali ke istana keluarganya dan hidup sebagai seorang puteri bangsawan dan mengelola tanah luas warisan keluarga besarnya.

Pada masa ini Magdalena sempat menjamu Jenderal Napoleon Bonaparte di istananya.

Jenderal Napoleon, yang kelak menjadi Kaisar Perancis, adalah sahabat baik keluarga “Di Canossa” dan selalu menjadi tamu agung di istana keluarga ini bila ia berkunjung ke Verona.

Tercatat tiga kali Napoleon pernah tinggal di istana Di Canossa; yaitu pada tahun 1797, 1805 dan 1807.

Di masa ini juga Magdalena Canossa menyaksikan kota kelahirannya berubah dari sebuah kota pelabuhan yang makmur menjadi kota yang kumuh penuh dengan para gelandangan yang hidup terlunta-lunta di jalanan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved