Ramadhan Kareem

Niat Puasa Ramadhan Tulisan Arab dan Latin Lengkap dengan Doa Buka Puasa

Artinya masih banyak kesempatan bagi kita sebagai umat Islam untuk menambah amalan.

Tayang:
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENRO
Ilustrasi membaca niat puasa Ramadhan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bulan Ramadhan akan memasuki hari kedelapan, Minggu 10 April 2022.

Artinya masih banyak kesempatan bagi kita sebagai umat Islam untuk menambah amalan.

Termasuk amalan puasa yang memang wajib dilaksanakan.

Bagi kamu yang akan melaksanakan puasa Ramadhan, berikut bacaan doa makan sahur, niat puasa Ramadhan hingga doa berbuka:

3 Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng atau Bukan

Bacaan Doa Makan Sahur

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Alloohumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannar

Artinya:

"Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa neraka"

Cara Dapat Rp 2,4 Juta dari Kartu Prakerja, Perhatikan Cara Verifikasi Wajah

Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Sementara untuk kamu yang ingin membaca niat puasa Ramadhan sebulan penuh, berikut ini lafadznya:

“Nawaitu shauma syahri ramadhaana kullihi lillaahi ta’aalaa”

Artinya: “Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Bisa juga membaca niat berikut ini:

Nawaitu sauma romadhon, Syahron kamilan, Fardhol lillahitaala.

Artinya: Aku niat puasa Ramadhan sebulan penuh karena Allah SWT. 

Doa Buka Puasa

Waktu membaca doa buka puasa bisa dilakukan sebelum ataupun setelah makan.

Tak ada keterangan khusus yang menyatakan mengenai kapan doa buka puasa dibaca.

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, boleh saja membaca doa buka puasa sebelum makan buka puasa atau setelah memakan bukaan.

"Sebetulnya mau sebelum buka atau setelah buka, baik-baik saja. Nggak ada masalah," kata UAH.

"Bismillah, kita minum air baru baca dzahaba, itu silakan," kata Ustadz Adi Hidayat dalam video di Youtube Adi Hidayat Official.

Namun demikian, jika melihat dari tanda dari kata-kata haditsnya, nampaknya lebih menunjukkan sebelum kita buka.

Bukan setelah kita minum.

"Tapi tidak juga dipersalahkan kalau kita baca setelah minum. Yang tidak tepat, nggak baca doa," ungkap UAH.

Adapun doa buka puasa Ramadhan yang sangat familiar ada dua.

Kedua doa buka puasa itu sama-sama terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, umumnya ulama menilai doa yang pertama sanad haditsnya atau kualitasnya tidak banyak dipersoalkan.

Doa pertama ini memiliki kualitas yang sohih bahkan dinilai dibacakan oleh Rasulullah SAW.

Doa yang dimaksud adalah:

Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, dengan kehendak Allah SWT.”

Sementara itu, doa berbuka puasa lainnya adalah:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih,"

Ustadz Adi Hidayat mengingatkan, tidak ada masalah jika kita memadukan doa pertama dan kedua.

Hal itu sebagaimana disampaikan para ahli hadits.

"Kalau kita kompromikan, ذَهَبَ الظَّمَأُ، baca untuk pembuka, selebihnya baca doa-doa. Mau pakai اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ silakan. Mau istighfar silakan," katanya.

"Tidak ada masalah. Jadi jangan sampai salah memahami," kata Ustadz Adi Hidayat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved