Breaking News

Ramadhan Kareem

Apa Hukum Puasa Namun Berbohong?

Lalu bagaimana hukum berpuasa namun berbohong? Apa hukum berpuasa namun berbohong?

Tayang:
NET/Google
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Apa hukum berpuasa namun berbohong?

Hal ini umumnya menjadi pertanyaan oleh sejumlah umat masyarakat muslim yang berpuasa namun masih melakukan perbuatan seperti berbohong.

Hakikatnya, berpuasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus namun juga menahan hawa nafsu dan perbuatan tercela.

Lalu bagaimana hukum berpuasa namun berbohong?

Menurut H. Imam Masyhadi, dalam khotbah Jumat berjudul "Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa" yang diterbitkan dalam PDF di laman Kemenag Jatim, ada dosa tertentu yang dapat mengurangi pahala berpuasa.

Siaran Langsung Sidang Isbat Penentuan Puasa Awal Ramadan 2022 ! Cek Link Streaming Sidang Isbat

1. Berbohong

Orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, namun melakukan kebohongan maka pahala puasanya akan berkurang.

Orang berbohong adakalanya hanya untuk iseng, untuk mempermudah urusan dan menghindari pertanyaan- pertanyaan yang tidak penting.

Hal ini dikarenakan berbohong dapat menyebabkan sesuatu yang buruk.

Ada pula berbohong untuk mencari keuntungan, atau tidak mendapatkan keuntungan tetapi mengakibatkan kerugian orang lain.

2. Ghibah

Ghibah atau menggunjing adalah perbuatan menceritakan orang lain tentang perkataannya, perbuatannya atau keadaan pribadinya.

Adapun isi cerita itu benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Jika yang diceritakan itu tentang kebaikannya atau hal-hal yang tidak membuatnya sakit hati, gunjingan ini boleh dan tidak berdosa, seperti menceritakan tentang kelucuan, kecerdikan dan sebagainya.

Gunjingan yang haram adalah dengan ukuran, sekiranya orang yang digunjingkan itu mendengar, ia tidak rela.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved