BPBD Mempawah Siapkan Pawang untuk Tangkap Buaya di Kampung Api-Api Sungai Pinyuh
Kawan-kawan juga sudah mulai turun. Kita mencoba menggunakan pawang buaya. Bisa saja buaya itu diminta pergi, atau akan ditangkap nantinya
Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana BPBD Mempawah, Didik Sudarmanto, mengatakan bahwa pihak BPBD akan menggunakan pawang untuk menangkap buaya di Kampung Api-Api Sungai Pinyuh yang mulai meresahkan warga.
Hal tersebut merupakan langkah ataupun respon cepat oleh Pemerintah Daerah melalui BPBD agar tidak ada lagi warga yang menjadi sasaran keganasan predator berbahaya (buaya).
Dimana pada beberapa hari yang lalu, yakni Kamis 17 Maret 2022 petang, salah satu warga Kampung Api-Api Sungai Pinyuh, yang bernama Supandi diterkam buaya saat mandi di tepian sungai belakang rumahnya, yang mengakibatkan betis kaki sebelah kanannya terluka dan harus dijahit.
"Terkait buaya di Kampung Api-Api, beberapa waktu yang lalu kita juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA terkait penangkapan buaya," ujarnya, Selasa 22 Maret 2022.
• Pemkab Mempawah Ucapkan Selamat Hari Jadi Ke-12 Tribunnews
Untuk itu kata Didik, pihaknya bersama pihak Kecamatan dan warga akan melakukan upaya alternatif untuk menangani buaya tersebut, yaitu dengan menggunakan pawang buaya.
"Kawan-kawan juga sudah mulai turun. Kita mencoba menggunakan pawang buaya. Bisa saja buaya itu diminta pergi, atau akan ditangkap nantinya," ujarnya.
Namun Didik berharap, pawang buaya tersebut bisa membantu menangkap buaya. Untuk memastikan tidak ada lagi buaya di Kampung Api Api, sehingga tidak meresahkan warga lagi.
"Kalau diminta pergi, kita khawatir benar-benar pergi. Sementara kalau ditangkap kan jelas, jadi warga benar-benar merasa aman," katanya
"Jika berhasil ditangkap, buaya tersebut nantinya akan dibawa ke penangkaran yang berada di wilayah Kecamatan Anjongan," terangnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Mempawah)