Dampak Pandemi Covid-19, Penyedia Jasa Sewa Baju di Sekadau Turun Omzet Hingga 50 Persen

Ditiadakan sejumlah event besar di tingkat Kabupaten Sekadau pun mengakibatkan turunnya omset dari penjualan dan penyewaan baju miliknya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari
Titin pemilik Galeri Maelovagau, galeri pakaian adat Dayak, saat sedang memasang payet pada rompi baju laki-laki, di galeri Maelovagau,Jl. Merdeka Barat, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Minggu 20 Maret 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pandemi Covid-19 masih berdampak bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Satu di antaranya adalah para penyedia jasa sewa pakaian adat yang biasanya selalu ramai saat berbagai pagelaran seni diselenggarakan.

Seperti yang dialami Veronika Titin Erlinda (38), penyedia jasa penyewaan baju adat Dayak yang berada di GG. Kerama, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar.

"Selama pandemi pasang surut pasti ada, karena acara-acara dikurangi atau sama sekali ditiadakan jadi berpengaruh. Selama pandemi ini sepi, paling biasa ada peresmian gereja baru sewa baju tari, atau ada yang nikah adat baru sewa untuk pengantin dan penari. Selama pandemi penyewaan baju adat untuk menikah adat juga berkurang," ungkap Titin.

Jalan Nasional Sanggau-Sekadau Rusak, Akibatkan Rawan Kecelakaan, Dinas PUPR Segera Koordinasikan

Ditiadakan sejumlah event besar di tingkat Kabupaten Sekadau pun mengakibatkan turunnya omset dari penjualan dan penyewaan baju miliknya hingga 50 persen.

Jika sebelumnya pandemi Covid-19, Titin bisa mendapatkan omset hingga Rp. 80.000.000.00, kini selama pandemi Covid-19 hanya separuh bahkan seperempat pendapatnya tersebut.

Diketahui di Kabupaten Sekadau biasanya rutin menggelar berbagai kegiatan, Seperti gawai Dayak, Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), Gebyar Natal, HUT Kabupaten, hingga kegiatan tingkat kecamatan dan desa.

Sejumlah event besar itupun tentunya memerlukan banyak pakaian adat dari berbagai suku yang ada di Kabupaten Sekadau.

Namun sejak pandemi Covid-19 di akhir tahun 2019, berbagai kegiatan tersebut ditiadakan dan otomatis juga mengurangi pemasukan para UMKM di bidang tata busana di Kabupaten Sekadau. (*)

(Simak berita terbaru dari Sekadau)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved