Tere Liye Ajak Pemerintah Berperan dalam Literasi Saat Ini

tugas Pemerintah sederhana sekali tanpa harus memberikan subsidi, tapi bisa memusnahkan buku bajakan dan ilegal kalau memang itu bisa.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok Tribun Pontianak
Bersama Gramedia Pontianak, Tere Liye menyapa penggemarnya yang ada di Pontianak secara langsung di Gramedia Ayani Mega Mall Pontianak, dan disiarkan langsung melalui akun Sosmed Tribun Pontianak, Jumat 18 Maret 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jumpa bersama para pembaca setia dari karyanya di Pontianak, Provinsi Kalbar. Penulis Tere Liye sampaikan banyak hal diantaranya siapa yang berperan dalam giat literasi saat ini ditengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menyapa penggemarnya yang ada di Pontianak secara langsung di Gramedia Ayani Mega Mall Pontianak, dan disiarkan langsung melalui akun Sosmed Tribun Pontianak, Jumat 18 Maret 2022.

Dikatakannya ketika bicara literasi mari bersama untuk mengambil posisi masing-masing. Dimana ia sebagai penulis tugasnya adalah banyak-banyak merilis buku.

Terus apa yang menjadi tugas Pemerintah sederhana sekali tanpa harus memberikan subsidi, tapi bisa memusnahkan buku bajakan dan ilegal kalau memang itu bisa.

Gubernur Kalbar Harap Wajah Baru RS Yarsi Pontianak Diimbangi Kualitas Pelayanan yang Semakin Baik

Lalu tugas orang tua mulailah melatih anak sejak dini untuk suka membaca buku.

“Buktinya sekarang kalau anak menangis yang dikasi adalah muterin lagu. Beda hal nya kalau anak usia dua tahun ngambek dikasi buku bergambar dan diajak bercerita,”ujarnya.

Jadi tanggung jawab orang tua sejak dini adalah kenalkan buku kepada anaknya, namun yang menjadi masalah saat ini adalah orang tuanya juga banyak yang tidak menyukai buku.

Namun jangan berkecil hati masih ada guru disekolah yang menjadi champion bahkan guru sekarang sudah banyak inovasi seperti membuat pojok literasi.

“Semoga dengan semua orang mengambil bagian. Lalu tokoh buku tugasnya dalam literasi banyak bisa kasi diskon. Media juga bisa membuat sebuah program literasi,”ujarnya.

Karena dikatakannya pekerjaan ini harus dikeroyok banyak orang, termasuklah acara hari ini yang juga termasuk program literasi. Walaupun dibungkus dengan jumpa pengarang.

“Semoga setelah acara ini kalian mikir ternyata jadi penulis itu asik dan bisa membuka jalan untuk menginspirasi orang dan mengubah banyak hal. Maka acara ini sudah cukup memberikan kontribusi bagi literasi,”ujarnya.

Dikatakannya bagi siapapun yang ingin menjadi penulis. Hal pertama yang harus dilakukan untuk belajar menulis adalah mulai lah menulis dan tulis apa saja, karena salah satu pekerjaan yang menurutnya gampang adalah menulis karena tidak butuh modal apapun, kecuali hidup penuh drama.

“Saya pertama kali menulis dulu nulisnya di kertas dan tulis tangan untuk dikirim ke majalah. Lalu ada yang diketik menggunakan mesin ketik saat SMA,” ujarnya.

Artinya tanpa gadget apapun bila ingin menjadi penulis mulailah menulis. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved