Warga Pontianak Sambut Baik kabar Kelongaran Peraturan Pelaku Perjalanan Menuju Arab Saudi
Parjan turut menyambut baik hal itu. Dia menuturkan, secara pribadi dirinya tentu sudah menunggu keberangkatan untuk menunaikan ibadah di tanah Mekkah
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beredarnya kabar bahwa Pemerintah Arab Saudi yang telah memperbolehkan masyarakatnya tidak mengenakan masker seakan menjadi angin segar, terutama bagi calon jamaah haji yang sudah 2 periode gagal berangkat.
Pasalnya, sejak tahun 2020 pemerintah Arab Saudi menutup pintu masuk ke negaranya, termasuk bagi calon jamaah haji dari mancanegara. Hal tersebut lantaran, tahun 2020 pandemi covid-19 mulai merebak, sehingga memaksa pelaksanaan ibadah haji tak bisa dilaksanakan.
Mendegar kabar tersebut, satu di antara calon jamaah haji asal Pontianak, Parjan turut menyambut baik hal itu. Dia menuturkan, secara pribadi dirinya tentu sudah menunggu keberangkatan untuk menunaikan ibadah di tanah Mekkah.
Terlebih, sambungnya, keberangkatan haji merupakan hal yang sejak lama dinantikannya. Hal tersebut dilontarkannya lantaran jadwal keberangkatan yang sampai saat ini tak kunjung mendapat kepastian.
• Angin Segar Bagi Pemulihan Ekonomi, Wako Pontianak Sambut Baik Kebijakan Malaysia Buka Perbatasan
"Untuk daftar sudah dari tahun 2011 lalu, dan dijadwalkan berangkat pada 2021 kemarin. Tapi karena covid-19 jadi gagal berangkat," ujar pria berusia 60 tahun ini, Senin, 14 Maret 2022.
Dirinya mengatakan, apabila tahun ini pelaksanaan ibadah haji memang dibuka, otomatis dirinya masih harus bersabar karena masih harus menunggu giliran dari kloter jamaah tahun 2020 yang juga urung berangkat. Kendati demikian, dirinya menilai apabila hal tersebut benar adanya, tentunya menjadi titik terang tersendiri untuk kepastian kapan akan berangkat.
"Kalau memang tahun ini dibuka, berarti tahun depan baru saya berangkat. Tapi tak apa, yang penting ada kejelasan dan InsyaAllah kalau sampai umurnya bisa berangkat," jelasnya.
Ia juga memastikan secara pribadi dirinya sangat siap apabila memang harus berangkat. Bahkan apabila diminta berangkat tahun ini sekalipun. Dia juga mengatakan saat ini sudah melakukan vaksinasi dosis kedua, dan telah memenuhi kriteria untuk berangkat.
"Vaksin sudah, jadi kalau diminta berangkat ya siap siap saja. Namun kembali ke peraturan pemerintah lagi lah nanti kedepannya, apakah dibuka keberangkatan (haji) atau tidak," ucapnya.
Sementara itu satu di antara warga Kota Pontianak Lainnya, Jaka, juga turut menyambut baik mengenai kabar bahwa Arab Saudi tidak mewajibkan lagi pelaku perjalanan Internasional, untuk menyertakan hasil test PCR dan tidak mewajibkan juga melakukan karantina saat memasuki Arab Saudi.
“Alhamdulillah ya, mendengar kabar ini saya juga turut bahagia. Walaupun memang jadwal saya untuk berangkat itu masih lama, tapi dengan adanya kabar ini jadi kami bisa mendapatkan titik terang sembari,” terangnya.
Jaka menuturkan sudah mendaftarkan dirinya beserta Istri untuk melakukan ibadah Haji sejak tahun 2018. Di katakannya, ia harus menunggu sekitar 8-10 tahun untuk mendapatkan giliran kloter melakukan ibadah haji.
“Menunggu kloter Haji ini kan memang membutuhkan waktu yang cukup lama, jadinya kami merasa senang, dengan adanya kabar kelongaran peraturan terhadap pelaku perjalanan di Arab Saudi,” terangnya.
Ia menambahkan, dengan adanya titik terang terhadap pelaku perjalanan Internasional di Arab Saudi. Harapnya Ibadah Haji sudah terlaksana.
“Iya semoga kita semua di beri kesehatan ya sembari menunggu kloter Jamaah, dan semoga memang benar-benar bisa terlaksana ibadah hajinya,” pungkasnya. (*)
[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]