Beri Bantuan Peralatan Kerja, Upaya Pemprov Kalbar Keluarkan Pelaku Usaha Kurang Mampu dari DTKS

"Harapan kami tidak muluk-muluk, mereka bisa meningkatkan pendapatannya, dan keluar dari DTKS," ujar Tatik kepada wartawan, Rabu 9 Maret 2022.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok. Kominfo Singkawang.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin (PFM) Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Tatik Gestyaningsih dan Kepala Dinas Sosial Kota Singkawang, Sutiyarto menyerahkan bantuan kepada salah seorang pelaku usaha terdaftar DTKS. Rabu 9 Maret 2022. /Dok. Kominfo Singkawang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sebanyak 22 pelaku usaha kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kota Singkawang mendapatkan bantuan peralatan kerja dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat.

Peralatan kerja untuk pemberdayaan fakir miskin tersebut, diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie kepada para pelaku usaha terdata DTKS di rumah dinas Wali Kota, pada Rabu 9 Maret 2022.

Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin (PFM) Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Tatik Gestyaningsih menerangkan, pemberian peralatan penunjang usaha kepada masyarakat kurang mampu yang terdata dalam DTKS ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan mereka, sehingga bisa keluar dari DTKS.

"Harapan kami tidak muluk-muluk, mereka bisa meningkatkan pendapatannya, dan keluar dari DTKS," ujar Tatik kepada wartawan, Rabu 9 Maret 2022.

Tjhai Chui Mie Serahkan Bantuan Peralatan Kerja ke Pelaku Usaha Kurang Mampu

Penyerahan bantuan peralatan penunjang usaha tersebut, Tatik katakan, tidak hanya diberikan kepada masyarakat Kota Singkawang saja, namun juga masyarakat di daerah lain di Kalimantan Barat.

Berberapa peralatan yang diberikan tersebut meliputi mesin jahit, peralatan ketering, peralatan untuk nelayan, peralatan perbengkelan, alat pertukangan, alat potong rumput, hingga alat untuk produksi kue.

Dengan bantuan ini, Tatik harapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima bantuan, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil usaha mereka dan bisa mengeluarkan mereka dari DTKS.

"Jadi dengan bantuan ini, harusnya bisa meningkatkan pendapatan mereka, dan mereka bisa keluar dari DTKS," katanya. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved