Gejala Long Covid yang Wajib Diwaspadai dan Harus Segera Diperiksa ke Dokter

Gejala long Covid-19 yang wajib diwaspadai dan harus segera memeriksakan diri ke dokter agar penyakit tidak berlanjut.

Editor: Rizky Zulham
IGOR STEVANOVIC / SCIENCE PHOTO / IST / SCIENCE PHOTO LIBRARY VIA AFP
Ilustrasi - Gejala Long Covid yang Wajib Diwaspadai dan Harus Segera Diperiksa ke Dokter. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gejala long Covid-19 yang wajib diwaspadai dan harus segera memeriksakan diri ke dokter agar penyakit tidak berlanjut.

Sebagian penyintas Covid-19 ada yang merasakan long Covid. Long Covid merupakan kondisi tak normal yang bisa terjadi pasca-sembuh dari Covid-19.

Banyak orang bertanya-tanya, apakah Omicron juga bisa menyebabkan efek long covid seperti varian virus corona SARS-CoV-2 lainnya?

Seperti diketahui infeksi virus corona atau Covid-19 Omicron kebanyakan menyebabkan gejala penyakit yang relatif ringan ketimbang infeksi Delta atau Alfa.

Cara Cepat Menurunkan Suhu Tubuh Panas Akibat Demam Mulai dari Anak-anak hingga Orang Dewasa

Namun, terkadang Covid-19 juga bisa menyebabkan gejala berat sampai menyebabkan pengidapnya meninggal dunia, terutama bagi orang dengan penyakit penyerta (komorbid) dan belum disuntik vaksin Covid-19.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut penjelasan terkait efek long covid Omicron dan pencegahannya.

Kemungkinan long covid Omicron menurut ahli

Mengingat Omicron baru teridentifikasi pada akhir November lalu, para ahli hingga kini masih terus meneliti efek long covid galur anyar ini.

Tapi, beberapa pakar mewanti-wanti kemungkinan long covid yang perlu diwaspadai para penyintas infeksi Omicron. Ahli penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci menyampaikan, infeksi virus corona varian apa pun, termasuk Omicron, potensial menyebabkan long covid.

“Long covid bisa terjadi apa pun varian virusnya. Belum ada bukti bahwa ada perbedaan (long covid) antara Delta sampai Omicron,” jelas dia, kepada Healthline.

Penelitian sebelumnya mengungkapkan, sekitar 30 persen penyintas Covid-19 merasakan efek long covid. Studi juga menemukan, satu dari tujuh anak dan remaja pengidap Covid-19 masih merasakan gejala penyakit selang 15 minggu setelah terinfeksi virus corona.

Sementara itu, ahli virologi dari pusat studi penyakit menular hVIVO yang berbasis di London Inggris Andrew Catchpole, DPhil, memperkirakan, persentase kasus long covid Omicron kemungkinan lebih jarang dibandingkan varian lainnya.

Dilansir dari National World, gejala Omicron seperti pilek, sakit kepala atau pusing, bersin-bersin, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, kelelahan, mual, atau ruam biasanya muncul selama lima hari.

BARU Muncul Omicron Siluman Disebut Lebih Ganas dari Covid-19 Varian Omicron Biasa

Apabila gejala tersebut berlangsung selama lebih dari 12 minggu, seseorang dikatakan merasakan efek long covid.

Beberapa efek long covid termasuk Omicron yang perlu diwaspadai di antaranya:

- Mudah lelah
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Susah konsentrasi dan mudah lupa
- Jantung berdebar-debar
- Susah tidur di malam hari
- Kerap sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Depresi dan gangguan kecemasan

Jika Anda mengalami efek long covid Omicron di atas sampai lebih dari sebulan sejak kali pertama terinfeksi virus corona, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter.

Terlebih jika efek long covid tersebut sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi produktivitas.

Pencegahan long covid

Penelitian yang diterbitkan di The Lancet menunjukkan, orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 minimal dosis lengkap ketika terinfeksi virus corona bergejala kurang dari sebulan.

Dengan kata lain, suntik vaksin Covid-19 potensial bisa jadi langkah pencegahan dari long covid, termasuk untuk varian Omicron.

Studi lain juga menunjukkan, orang yang sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 seminggu sebelum terinfeksi virus corona, memiliki peluang tujuh hingga 10 kali lebih jarang terkena long covid.

Vaksin Covid-19 memang potensial mencegah long covid termasuk Omicron.

Tapi penyintas tetap perlu berhati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan karena infeksi ulang dapat menyebabkan gejala penyakit muncul kembali.

(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved