OMICRON Siluman Bikin Orang yang Sembuh dari Covid Bisa Sakit Lagi, Waspada ! Ini Gejalanya

Varian Omicron siluman selain memiliki penularan yang cepat juga mempunyai kemampuan mengelabui sistem kekebalan yang lebih baik dibandingkan subvaria

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi omicron. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus infeksi covid-19 kembali muncul yaitu Varian Omicron siluman yang kini sudah sudah terdeteksi di Indonesia.

Diantaranya di wilayah Yogyakarta serta beberapa wilayah lainnya dan kasusnya terus semakin bertambah.

Sehingga penerapan protokol kesehatan benar-benar diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran varian omicron siluman ini.

Sebab, berdasarkan penelitian "son of omicron" omicron siluman ini memiliki penyebaran yang begitu cepat dan memiliki protein yang sulit dideteksi keberadaannya.

Kehati-hatian dan waspada menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menghindarinya, sebab perbedaan antara omicron biasa dan omicron siluman ini memang ada.

Omicron siluman adalah sebutan bagi subvarian Omicron BA.2. yang berasal dari garis keturunan varian Omicron.

Untuk diketahui Omicron terdiri dari beberapa subvarian. Subvarian yang paling umum adalah BA.1, BA.1.1, dan BA.2.

Gejala dan Penularan Omicron Siluman Varian Baru Lebih Cepat Menular dan Sulit Dideteksi

Dikutip dari sejumlah media, Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan perbedaan antara Omicron biasa dengan Omicron siluman yang belum bisa dipastikan.

"Belum bisa dipastikan perbedaan secara spesifik untuk gejalanya rata-rata memiliki kesamaan," ungkap Nadia.

Penderita yang terinfeksi Virus Omicron siluman, juga memiliki gejala yang ada pada Omicron biasa.

Diantaranya seperti sakit tenggorokan, demam, ngilu bagian ruas otot di badan dan beberapa gejala lainnya seperti batuk kering.

Pelaksanaan tes PCR maupun rapid test antigen dinilai efektif untuk mencegah terjadinya cluster penularan yang lebih luas.

Varian Omicron siluman selain memiliki penularan yang cepat juga mempunyai kemampuan mengelabui sistem kekebalan yang lebih baik dibandingkan subvarian BA.1.

Akibatnya, orang yang terpapar corona varian Omicron siluman ini akan lebih mudah sakit, dan virus tersebut juga berisiko menyebabkan penyakit parah pada pasien.

"Subvarian BA.2 meningkatkan kemampuan untuk membuat orang yang sudah sembuh menjadi sakit lagi, reinfeksi lebih tinggi pada orang yang terinfeksi dengan BA.2.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved