Konflik Ukraina vs Rusia
Berapa Jumlah Korban Jiwa Perang Rusia Vs Ukraina?
Hingga hari ini Rabu 3 Maret 2022 seja Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu dikabarkan ratusan jiwa menjadi korban.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hingga hari ini Rabu 3 Maret 2022 invasi Rusia ke Ukraina masih terus berlanjut.
Rusia bahkan mengepung Ukraina dari berbagai sisi.
Dampak dari invasi ini Rusia mendapatkan banyak sanksi dari dunia internasional khususnya aliansi Nato dan Amerika Serikat.
Namun Rusia tak bergeming dengan sanksi-sanksi yang diberikan pada negaranya.
• Kondisi Kota Terbesar Kedua Kharkiv Ukraina Usai Dihantam Rudal
Dalam peperangan kerugian tak hanya dalam sisi materil namun adapula korban jiwa.
Hingga hari ini Rabu 3 Maret 2022 seja Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu dikabarkan ratusan jiwa menjadi korban.
Memang tak ada angka pasti yang dikonfirmasi kedua negara.
Namun beberapa pemberitaan menyebutkan sudah ada ratusan korban dari pihak militer Ukraina dan tak terkecuali pihak Rusia.
Sejak melancarkan operasi militernya pada Kamis 24 Februari 20022, pasukan Rusia sudah masuk ke beberapa wilayah di Ukraina.
Bahkan pada hari ketiga serangan Rusia, dilaporkan ada 198 korban meninggal dunia.
Mereka terdiri dari warga sipil, termasuk tiga anak-anak.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Ukraina Viktor Lyashko, Sabtu 26 Februari 2022 lalu.
“Sayangnya, menurut data operasi, di tangan penjajah kami memiliki 198 orang tewas, termasuk 3 anak-anak," tulis Viktor Lyashko di Facebook, dikutip dari Kantor Berita AFP.
Lyashko menambahkan, sebanyaK 1.115 warga juga dilaporkan terluka dengan 33 di antaranya termasuk anak-anak.
• Apa Hasil Perundingan Ukraina vs Rusia ?
Jumlah korban jiwa dalam invasi Rusia ke Ukraina ini mengalami penambahan.
Sebab pada Kamis 24 Februari 2022 lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, sebanyak 137 warga Ukraina setelah operasi militer khusus Rusia ke Ukraina.
"Hari ini (Kamis) kami telah kehilangan 137 pahlawan kami, warga negara kami. Militer dan sipil," kata Zelensky dalam pidato yang direkam dalam video.
Sementara saat itu ada 316 orang yang teridentifikasi mengalami luka-luka akibat operasi militer Rusia.
Perlawanan di Kiev
Pasukan Rusia diketahui semakin dalam menyerang Ukraina, termasuk dengan menyerang ibu kota Kiev.
Namun pada Sabtu, tentara Ukraina dilaporkan telah memukul mundur serangan Rusia di ibu kota Kiev.
Pemerintah Kota Kiev mengonfirmasi bahwa pertempuran tengah berlangsung dan mengimbau orang-orang untuk tinggal di rumah.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa mereka telah menguasai kota Melitopol - yang disebut kantor berita Reuters sebagai pusat populasi signifikan pertama yang diambil alih sejak invasi Moskow ke Ukraina dimulai pada Kamis kemarin.
Melitopol adalah kota yang tidak begitu besar di dekat pelabuhan terpenting Ukraina, Mariupol, di wilayah Zaporizhzhya. Diperkirakan 150.000 warga Ukraina tinggal di Melitopol.
Sementara itu Presiden Volodymyr Zelensky telah bersumpah bahwa negaranya yang pro-Barat tidak akan ditundukkan oleh Moskwa.
"Saya di sini. Kami tidak akan meletakkan senjata apa pun. Kami akan membela negara kami, karena senjata kami adalah kebenaran kami," kata Zelensky, ketika Rusia mengatakan telah menembakkan rudal jelajah ke infrastruktur militer Ukraina.
Mengenakan pakaian ala militer berwarna hijau zaitun dan terlihat lelah tetapi bertekad, Zelensky berseru bahwa Ukraina siap melawan Rusia.
"Kebenaran kami adalah bahwa ini adalah tanah kami, negara kami, anak-anak kami dan kami akan melindungi semua ini. Inilah yang ingin saya katakan kepada Anda. Kemuliaan bagi Ukraina!" kata Zelensky.
Itu adalah hari ketiga sejak Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh yang telah menewaskan puluhan orang, memaksa lebih dari 50.000 orang meninggalkan Ukraina hanya dalam 48 jam dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi perang yang panjang.
"Krisis ini akan berlangsung lama, perang ini akan berlangsung dan semua krisis yang menyertainya akan memiliki konsekuensi yang bertahan lama," kata Macron di sebuah pameran pertanian di Perancis. "Kita harus siap," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jumlah Korban Jiwa Selama Tiga Hari Serangan Rusia ke Ukraina",