Kabar Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC Per 1 Mei 2026, Ini Dampak dan 5 Alasan Kenapa Keluar

Kabar Uni Emirat Arab (UEA) secara mengejutkan mengumumkan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Tayang:
Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANKA.CO.ID/Arsip
UEA - Uni Emirat Arab umumkan diri keluar dari OPEC per 1 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Keputusan ini menjadi sorotan global mengingat UEA merupakan salah satu anggota paling berpengaruh dalam organisasi tersebut selama hampir enam dekade.
  • Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat, dengan keputusan efektif berlaku mulai 1 Mei 2026.
  • Pemerintah UEA menyatakan langkah ini diambil demi fokus pada kepentingan nasional, khususnya dalam sektor energi dan produksi minyak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kabar Uni Emirat Arab (UEA) secara mengejutkan mengumumkan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Keputusan ini menjadi sorotan global mengingat UEA merupakan salah satu anggota paling berpengaruh dalam organisasi tersebut selama hampir enam dekade.

Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat, dengan keputusan efektif berlaku mulai 1 Mei 2026.

Pemerintah UEA menyatakan langkah ini diambil demi fokus pada kepentingan nasional, khususnya dalam sektor energi dan produksi minyak.

UEA sendiri merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak per Februari 2026.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Parah, Kini OPEC yang Bikin Ulah

 

Memiliki kapasitas produksi sekitar 4,8 juta barel per hari, negara ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi secara signifikan di masa depan.

Keanggotaan UEA di OPEC bermula dari Emirat Abu Dhabi sejak tahun 1967, hanya tujuh tahun setelah organisasi tersebut didirikan.

Keputusan keluar ini dinilai sebagai pukulan besar bagi OPEC, terutama dalam menjaga stabilitas produksi dan harga minyak global.

Langkah UEA ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap dinamika pasar energi dunia.

Sebagai salah satu produsen utama, keluarnya UEA dapat memengaruhi keseimbangan suplai dan harga minyak global.

Meski demikian, pemerintah UEA menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan stabilitas pasar dan tidak akan memberikan dampak signifikan dalam jangka pendek.

Alasan UEA Keluar dari OPEC

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Energi UEA menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan energi nasional, termasuk kapasitas produksi dan arah strategi jangka panjang negara.

Menteri Energi UEA, Suhail Al Mazrouei, juga menyebut bahwa waktu keluarnya UEA dipilih secara hati-hati agar tidak terlalu mengganggu stabilitas pasar.

Adapun beberapa alasan utama di balik keputusan ini antara lain:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved