Diduga Diterkam Buaya, Warga di Ketapang Hilang Saat Sedang Pasang Pancing Ikan di Sungai

Saat itu korban sedang memasang tajur pancing di tepi sungai dan saya mencari kayu untuk dijadikan joran pancing. Tiba-tiba korban di terkam buaya

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Foto warga Kendawangan
Sejumlah warga dan karyawan PT. Cargill saat berada di lokasi kejadian. Foto warga Kendawangan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Warga asal Trenggalek, Jawa Timur, Koirul (27) yang tinggal di perumahan Belangiran Estate, PT Cargill Group di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dikabarkan hilang diduga di terkam buaya.

Kejadian tersebut diketahui terjadi di sungai Belangiran, Desa Bangkal Serai, kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kamis 17 Februari sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, satu diantara karyawan Estate Belangiran PT Cargill Desa Bangkal Serai, Ucil yang juga merupakan rekan korban yang saat kejadian berada di lokasi bersama korban mengatakan, bahwa pada saat peristiwa tersebut terjadi, dirinya bersama korban sedang menunggu giliran memuat buah sawit.

Sambil menunggu giliran, kata Ucil, dirinya dan korban pergi memasang pancing untuk mencari ikan di sungai Belangiran yang berbatasan dengan lahan kebun sawit Belangiran Estate PT. Cargill.

Cegah Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19, Polres Ketapang Gelar Vaksinasi Terhadap Santri

"Saat itu korban sedang memasang tajur pancing di tepi sungai, sedangkan saya mencari kayu untuk dijadikan joran pancing. Tiba-tiba korban di terkam buaya dan saya langsung berlari mengejar ke buaya namun buaya dan korban langsung menghilang di dalam air," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Ketapang, Sidik Setiono turut membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengaku, bahwa pihaknya juga telah mendapatkan informasi adanya warga yang di terkam buaya.

"Info yang kami dapat seperti itu bahwa adanya korban yang diterkam buaya. Kami monitor dan bersama BKSDA juga Polsek Kendawangan meluncur ke lokasi kejadian," kata Sidik Setiono, Jum'at 18 Februari 2022.

Saat ini karyawan beserta manajemen Estate Belangiran, Basarnas, BKSDA dan Polsek Kendawangan sedang melakukan pencarian dan korban hingga kini belum ditemukan. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved