Apa itu Gunung Ibu ? PVMBG : ''Gunung Ibu di Halmahera Setiap Hari Sejak 2008 Sudah Erupsi''

Gunung Ibu yang terletak di Pulau Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, dilaporkan kembali mengalami erupsi, Jumat 18 Februari 2022.

Editor: Jimmi Abraham
TRIBUNNEWS/Istimewa
Gunung Ibu di Halmahera Barat meletus, Sabtu (12/1/2019). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gunung Ibu dikabarkan kembali erupsi ? Apa itu Gunung Ibu ?

Gunung Ibu yang terletak di Pulau Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, dilaporkan kembali mengalami erupsi, Jumat 18 Februari 2022.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi terjadi pada pukul 09:56 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.125 meter di atas permukaan laut.

Erupsi ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 60 detik.

“Gunung Ibu di Halmahera setiap hari sejak 2008 sudah erupsi. Jadi bukan hanya pagi ini saja,” kata Kasubdit Mitigasi PVMBG Devy Kamil Syahbana, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/2/2022), melalui pesan singkat.

(Update berita nasional, internasional dan regional menarik lainnya disini)

Apakah Gunung Anak Krakatau Berpotensi Meletus Seperti Gunung Krakatau Tahun 1883 yang Melegenda ?

Menindaklanjuti erupsi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan di sekitar Gunung Ibu agar menghentikan aktivitasnya di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah, tepatnya di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung dan mulut (masker) serta pelindung mata (kacamata).

Hingga saat ini, Gunung Ibu masih berstatus waspada. "Masih di (status) waspada karena kan selama ini erupsi," lanjut Devy.

Sejarah letusan Gunung Ibu

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, Gunung Ibu pernah mengalami sejumlah letusan dari tahun ke tahun.

1. Letusan pertama di tahun 1911

Gunung Ibu diketahui meletus pertama kali pada bulan Agustus hingga September 1911. Saat itu, tidak ada penjelasan jenis dan dampak letusan tersebut.

Letusan berikutnya terjadi 87 tahun kemudian, yaitu Desember 1998 yang menghasilkan sumbat lava.

Dentuman Misterius Pasca Letusan Anak Gunung Krakatau, Ahli Vulkanologi Beri Penjelasan Sumbernya

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved