Musrenbang Kecamatan Pontianak Barat, Berikut Usulan Prioritas dan Persoalan yang Dihadapi Pemkot

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa masalah transportasi dan lalu lintas di wilayah Kecamatan Pontianak Barat

Tayang:
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Pontianak Barat di Gedung Convention Centre Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak pada Kamis 10 Februari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa masalah transportasi dan lalu lintas di wilayah Kecamatan Pontianak Barat, terutama di kawasan pelabuhan masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Hal tersebut, ia sampaikan, lantaran kawasan tersebut menjadi pusat transportasi bagi kendaraan berat seperti fuso truk kontainer.

"Pelabuhan yang berada wilayah Pontianak Barat ini menjadi pusat perlintasan kendaraan angkutan berat seperti truk kontainer, baik dari luar kota maupun dalam kota. Hal itu masih menjadi kendala-kendala yang kita hadapi," kata Edi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Pontianak Barat di Gedung Convention Centre Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis 10 Februari 2022.

Kasus Covid-19 di Pontianak Tembus 340 Orang, Gejalanya Sama Seperti Omicron

Jika untuk di bidang infrastruktur, kata Edi, di wilayah Kecamatan Pontianak Barat ini hanya tinggal dilakukan peningkatan kualitas dan memantapkan saja seperti jalan-jalan yang menjadi akses utama seperti di Jalan Komyos Sudarso, jalan Hasanudin, jalan Rais A. Rahman, Jalan Husein Hamzah yang dilakukan pelebaran, Jalan Karet dan Jalan Nipah Kuning.

"Kemudian juga penataan pinggiran sungai jawi dan memantapkan jalan-jalan lingkungan yang saat ini sudah 82 persen," ujarnya

Sedangkan untuk kawasan Kumuh, kata Edi, penataannya tinggal sedikit lagi.

Selain itu, persoalan lingkungan seperti sampah dan sanitasi air limbah juga akan segera ditangani oleh Pemerintah Kota Pontianak.

"Apalagi kondisi air parit yang ada sudah tercemar sehingga perlu penanganan secara komprehensif. Kita ingin dengan lingkungan yang bersih dan terjaga, kualitas hidup masyarakat juga semakin baik," pungkasnya.

Sementara itu, Camat Pontianak Barat, Ibrahim menyampaikan, bahwa memang yang menjadi usulan prioritas di bidang infrastruktur ialah peningkatan dan pemantapan jalan yang ada di Kecamatan Pontianak Barat seperti yang disebutkannya di Jalan Nipah Kuning perbatasan Pontianak dan Kubu Raya dan lainnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan penataan kawasan kumuh juga menjadi persoalan, ia menyebut dari sekitar 29,47 hektare kawasan kumuh baru tertangani sekitar 8 persen saja.

"Yang terutama di Kelurahan Sungai Beliung. Jadi untuk kawasan kumuh masih ada sekitar 21 hektare," ujarnya.

Kemudian, ia juga menyampaikan, bahwa peningkatan SDM juga penting dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kemudian Pembangunan Sistem Pengelolaan Air limbah domestik (SPALD) juga kita harap bisa terealisasi," katanya.

Pada Musrenbang tersebut, hadir juga ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin.

Dalam kesempatan itu, Satarudin meminta agar para peserta Musrenbang Kecamatan Pontianak Barat bisa menyampaikan usulan-usulan prioritas yang dibutuhkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved