Kasus Covid-19 di Pontianak Tembus 340 Orang, Gejalanya Sama Seperti Omicron

Meskipun terjadi lonjakan kasus covid-19 yang cukup tajam, kata Edi, munculnya varian baru ini tidak seperti varian delta yang bisa terjadi keparahan.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Kasus Covid-19 di Kota Pontianak Kalimantan Barat terus terjadi peningkatan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, update data terakhir ini bertambah 121 orang yang Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Hingga kini untuk jumlah yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Pontianak disebutkannya sebanyak 340 orang.

"Kemarin ada lagi yang terkonfirmasi 121 orang positif Covid-19, tapi yang sembuh juga banyak. Sehingga jumlah keseluruhan 340 orang sebagian di isolasi mandiri karena OTG dan sekitar 15 orang dirawat di rumah sakit karena yang sakit berat yang kebetulan pas di swab hasilnya positif," ujarnya, Kamis 9 Februari 2022.

Meskipun terjadi lonjakan kasus covid-19 yang cukup tajam, kata Edi, munculnya varian baru ini tidak seperti varian delta yang bisa terjadi keparahan.

Satgas Covid-19 Lantamal XII Gencar Vaksinisasi Booster Masyarakat Maritim

Hanya saja gejala para pasien yang dinyatakan positif covid-19 mulai dari flu, flu berat dan radang tenggorokan dan lainnya.

Meskipun masih belum ada hasil laboratorium yang menyatakan varian Omicron, namun menurut Edi, jika dilihat dari gejala yang dialami pasien yang positif covid-19 ini sama seperti gejala varian Omicron.

"Kalau dilihat dari dari kekhasannya ini seperti Omicron, namun memang kita masih menunggu hasil laboratorium apakah varian Omicron atau bukan, tetapi untuk gejalanya sama dengan varian Omicron," kata Edi.

Untuk itu, Edi mengajak agar masyarakat tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Tetap terapkan prokes ketat supaya tidak terjadi lonjakan yang luar biasa, karena yang rawan itu bagi yang komorbid, tapi kalau badan fit seperti anak-anak muda atau remaja biasanya imunitas tubuhnya masih kuat, ditambah lagi dengan Vaksin. Makanya kita akan terus menggencarkan vaksinasi untuk menciptakan herd immunity," jelasnya.

Selain itu, dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 yang diinformasikan pada Februari-Maret ini merupakan puncak varian Omicron, Wako Edi menyebut, bahwa pihaknya selalu siaga dengan berbagai hal. Terkhusus menjelang cap gomeh ini, pihaknya telah menyiapkan berbagai hal, mulai dari tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan obat-obatan lainnya.

"Antisipasi Cap go meh ini, langkah kita tetap siaga, nakes kita siap, tempat isolasi kalau ada lonjakan kita semua sudah siap dan termasuk obat-obatan dan oksigen," ungkapnya.

Edi menegaskan, bahwa tidak diperbolehkan ada kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumuman pada acar Cap go meh tahun 2022 ini.

"Kita melarang kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Tapi kalau pengetatan-pengetatan lainnya paling kita memperketat protokol kesehatan saja," pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved