Perkelahian di Pontianak Timur

Perkelahian di Beting Murni Masalah Pribadi, Guntur: Percayakan Persoalan Ini pada Aparat Keamanan

Perlu dipertegas, peristiwa pada Minggu malam itu tidak ada korban jiwa seperti yang diberitakan di media sosial

Editor: Jamadin
Ketua DPP LSKM Kalbar, Guntur Perdana
Ketua Majelis Tinggi Dewan Pemuda Lintas Etnis Kalimantan Barat, Guntur Perdana (baju putih) 

TRIBUNPONPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Majelis Tinggi Dewan Pemuda Lintas Etnis Kalimantan Barat, Guntur Perdana menegaskan perkelahian antar sekelompok orang di kawasan Beting, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu 6 Februari 2022 pukul 19.30 WIB, merupakan persoalan pribadi.

“Perkelahian antar kelompok di kawasan Beting itu merupakan masalah pribadi antara pelaku dan korban, bukan etnis,” tegas Guntur Perdana, Senin 7 Februari 2022.

Guntur juga meluruskan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu. Dari hasil penelusuran pihaknya di lapangan, dan keterangan dari kepolisian yang disampaikan langsung Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Andi Harindra, peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

“Perlu dipertegas, peristiwa pada Minggu malam itu tidak ada korban jiwa seperti yang diberitakan di media sosial,” tambah Guntur Perdana.

Perkelahian Dua Kelompok di Pontim, Bahasan Minta Masyarakat Tenang dan Serahkan Kasus pada Polisi

Oleh karenanya, Guntur Perdana mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi pada isu-isu yang beredar atau yang dibuat untuk memperkeruh keadaan atau kondusifitas di Kota Pontianak.

Guntur juga minta kepada masyarakat Kota Pontiaak tetap tenang, sabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian serta omptimistis bahwa persoalan ini bisa diselesaikan sesuai dengan harapan bersama.

“Kita imbau jaga stabilitas, kondusifitas, dan insyaAllah persoalaan ini segera tuntas.
Mari kita dukung langkah-langkah para tokoh masarakat dan aparat kepolisian untuk menyelesaikan persoanal ini,” tukas Guntur Perdana.

Polisi saat mengambil keterangan satu diantara korban luka perkelahian dengan menggunakan senjata tajam di wilayah Pontianak Timur dibawa ke RS Anton Soedjarwo, Jalan KS Tubun, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu 6 Februari 2022 malam.
Polisi saat mengambil keterangan satu diantara korban luka perkelahian dengan menggunakan senjata tajam di wilayah Pontianak Timur dibawa ke RS Anton Soedjarwo, Jalan KS Tubun, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu 6 Februari 2022 malam. 

Pernyataan serupa juga disampaikan Sekretaris IKBM Kalbar, M Fauzie. Dia menjelaskan jika pertikaian tersebut murni perselisihan antar dua kelompok pertemanan atau pribadi.

“Tidak ada kaitan sama sekali dengan kelompok atau etnis, ini murni perselisihan antar pertemanan. Jadi tidak ada hubungan etnis sebagaimana isu yang berkembang,” ungkap Fauzie, Senin 7 Februari 2022 pagi.

Perkelahian itu merupakan kriminal murni. IKBM lanjut Fauzie sedang membangun komunikasi dengan para pihak dan keluarga agar bekerjasama.

“Kami sudah berkomunikasi untuk meminimalisasi isu yang berkembang. Kami juga turut memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta hingga Polda Kalbar sehingga perselisihan tidak meluas,” tambahnya.

Muhammad Fauzie
Muhammad Fauzie

Fauzie mengimbau masyarakat luas agar video peristiwa tidak sebarluaskan lagi, sebab mengandung unsur kekerasan dan tidak ada manfaatnya.

“Video yang beredar di masyarakat mohon jangan disebarkan lagi, sebab sudah menjadi domain pihak kepolisian. Dan hasil koordinasi bersama pihak kepolisian, mereka siap memberikan rasa aman,” tutup Fauzie.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved