Kontroversi Nicho Silalahi
POPULER Nicho Silalahi Dilaporkan ke Polda Kalbar Buntut Narasi: Perempuannya Dijual ke China
Warganet menyerukan agar polisi menangkap pemilik akun Twitter @Nicho_Silalahi, yang melontarkan ujaran kebencian melalui postingan di akun tersebut.
Penulis: Ferryanto | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pekan lalu, hashtag atau tagar #TangkapNichoSilalahi sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia, bersamaan dengan kasus Edy Mulyadi.
Warganet menyerukan agar polisi menangkap pemilik akun Twitter @Nicho_Silalahi, yang melontarkan ujaran kebencian melalui postingan di akun tersebut.
Pada Kamis 27 Januari 2022, pemilik akun @Nicho_Silalahi berkicau, “Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks, anak-anak pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan “Tempat Jin Buang Anak” kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?”
Kicauan itu dilontarkan sebagai bentuk sindiran kepada pihak yang beraksi atas narasi Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai “tempat jin buang anak”.
• Siapakah Nicho Silalahi? Viral Hari Ini Hastag TangkapNichoSilalahi Cek Profil Nicholas Frans Giskos
Sekadar informasi, Nicho Silalahi atau bernama lain Nicholas Frans Giskos merupakan pemilik akun Twitter @Nicho_Silalahi dan di bio akunnya menulis jika dirinya merupakan fotografer dan pengelola channel YouTube Migran TV.
Kicauan pemilik akun @Nicho_Silalahi pun membuat berbagai pihak resah, terutama etnis Batak khususnya marga Silalahi dan warga Kalimantan.
Agar tidak bias dan berpotensi dipelintir pihak tertentu, akun @Nicho_Silalahi dilaporkan ke pihak kepolisian.
Rabu 2 Februari 2022, Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melaporkan akun Twitter @Nicho_Silalahi ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat.
Pada proses pelaporannya, DAD Kalbar didampingi oleh sejumlah paguyuban lintas etnis di Kalbar.
"Kami dari DAD Kalbar membuat laporan tentang tulisan dari pemilik akun @Nicho_Silalahi, dan saya tidak sendiri, saya didampingi dari paguyuban lintas etnis di Kalbar," ujar Ketua DAD Kalbar, Jakius Sinyor.
Jakius Sinyor berharap dengan laporan ini dapat meredakan keresahan masyarakat akibat postingan beberapa waktu lalu yang dinilainya mengandung unsur ujaran kebencian.
"Tentu harapan saya kepada pihak kepolisian ini segera ditindaklanjuti. Siapa pun pemilik akun Twitter Nicho Silalahi ini adalah persons. Gara-gara dia ini masyarakat resah," jelasnya.
• Benarkah Ada Perbedaan Penanganan Edy Mulyadi Dengan Arteria Dahlan Hingga Abu Janda? Ini Kata Polri
Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Kalimantan Barat, Rihat Natsir Silalahi yang menjadi saksi dalam pelaporan ini mengatakan hal ini dilakukan agar tidak terjadi multi-tafsir di masyarakat.
"Ini solusi agar tidak terjadi multitafsir, bila terjadi multitafsir di akar rumput maka dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu kita membuat laporan, dan laporan ini merupakan langkah positif," ujarnya.
Atas kasus ini, Rihat Natsir Silalahi menyerahkan seluruhnya kepada petugas kepolisian untuk menindaklanjutinya.
"Biarlah penegak hukum yang mengejar dan mengungkap siapa sebenarnya Nicho Silalahi, dan ucapannya menjadi tanggung jawab pribadinya," jelasnya.
Kompol Asep Mustofa, Panit 1 Subdit Siber, Ditreskrimsus Polda Kalbar yang menerima laporan tersebut menyampaikan pihaknya akan segera menindaklanjuti.
• Ditetapkan Tersangka dan Langsung Ditahan, Edy Mulyadi Terancam 10 Tahun Penjara & Denda Rp 1 Miliar
Respons Marga Silalahi
Terkait kicauan pemilik akun Twitter @Nicho_Silalahi, DPD Parsadaan Ualu Turpuk Pomparan Raja Silahisabungan (PUTPRS) Kalbar menyatakan pihaknya tidak pernah mendukung, menyetujui dan membenarkan terkait postingan Nicho Silalahi.
"Kami tidak pernah mendukung, menyetujui dan semua hal yang pernah disampaikan oleh Nicho Silalahi," ujar Ketua DPD PUTPRS Kalbar, Sunrich T Silalahi.
PUTPRS memastikan postingan tersebut merupakan pendapat pribadi, tanggung jawab pribadi dan tidak ada hubungannya dengan keturunan Silalahi yang tinggal di Kalimantan Barat.
"Kami keturunan Silalahi Kalimantan Barat berkomitmen untuk menjaga hubungan yang harmonis antarumat beragama, suku, dan ras di bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.
PUTPRS Kalbar tetap berkomitmen menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
DPD Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kalimantan Barat juga turut mengecam kicauan pemilik akun Twitter @Nicho_Silalahi.
• Berita Terbaru Edy Mulyadi Tersangka Ujaran Kebencian Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak
Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu Kalbar, Binarto Sihotang menilai kicauan tersebut bisa menimbulkan perpecahan antaranak bangsa.
"Pada prinsipnya Pemuda Batak Bersatu Kalbar mengecam tindakan pemilik akun tersebut, karena kami menilai itu bisa membuat perpecahan sesama anak bangsa," kata Binarto.
Pemuda Batak Bersatu Kalbar pun mendukung paguyuban lintas etnis di Kalbar yang sudah menempuh jalur hukum.
"Yang dilakukan pemilik akun itu merupakan perbuatan pribadi, dan kami harap yang bersangkutan segera mempertanggung jawabkanperbuatannya," kata Binarto. (*)