Berita Video

Ditetapkan Tersangka dan Langsung Ditahan, Edy Mulyadi Terancam 10 Tahun Penjara & Denda Rp 1 Miliar

Ucapan Edy menjadi polemik lantaran dianggap menghina Kalimantan Timur tempat berdirinya Ibu Kota Negara baru.

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian terhadap warga Kalimantan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Edy Mulyadi sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin 31 Tahun 2022.

Ia ditetapkan sebagai tersangka atas Pasal 45 a ayat 2 Juncto Pasal 28 ayat 2 undang-undang ITE yang isinya "setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, SARA,"

Selain itu, Edy Mulyadi juga di junctokan juga Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 juga dan dijunctokan Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang perhimpunan hukum pidana dan juga dijuntokan pasal 156 KUHP.

Berita Terbaru Edy Mulyadi Tersangka Ujaran Kebencian Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak

"Setelah diperiksa sebagai tersangka yang berlangsung dari 16.30 sampai 18.30 WIB, untuk kepentingan penyidikan perkara dimaksud terhadap EM penyidik melakukan penangkapan dan dilanjutkan penahanan," tuturnya.

Edy Mulyadi ditahan setelah ditetapkan menjadi tersangka usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus 'jin buang anak'.

Ucapan Edy menjadi polemik lantaran dianggap menghina Kalimantan Timur tempat berdirinya Ibu Kota Negara baru.

Ucapan itu mulanya terlontar karena Edy menolak Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dia mengibaratkan ibu kota negara baru itu sebagai tempat 'jin buang anak'.

[Update Berita Video Tribunpontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved