Kontroversi Nicho Silalahi

Majelis Adat Budaya Batak Toba MABBT Pontianak Tuntut Pemilik Akun Twitter Nicho Silalahi Dihukum

"Dengan ini kami menyatakan sikap, bahwa kami tidak menyetujui dan tidak mendukung segala ucapan dari akun Twitter Nicho Silalahi, kedua konsekuensi c

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Ketua Umum Majelis Adat Budaya Batak Toba (MABBT) Pontianak dan sekitarnya, Dr Anthoni B Aritonang, S.Si, M.Si. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum Majelis Adat Budaya Batak Toba (MABBT) Pontianak dan sekitarnya, Dr Anthoni B Aritonang, S.Si, M.Si, memberi pernyataan terkait postingan di akun Twitter @nicho_silalahi.

MABBT yang membawahi 56 punguan marga mendorong upaya hukum terhadap pemilik akun Twitter @nicho_silalahi yang sudah membuat kegaduhan akibat cuitannya.

Anthoni Aritonang mengatakan bahwa  Silalahi merupakan satu dari 56 marga yang ada di bawah naungan MABBT.

Atas cuitan pemilik akun Twitter @nicho_silalahi yang turut menyeret marga Silalahi, pihak MABBT mengaku sangat prihatin.

"Dengan ini kami menyatakan sikap, bahwa kami tidak menyetujui dan tidak mendukung segala ucapan dari pemilik akun tersebut. Kedua, konsekuensi cuitan itu menjadi tanggung jawab pribadinya, oleh karenanya harus dituntut sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," tuturnya.

POPULER Nicho Silalahi Dilaporkan ke Polda Kalbar Buntut Narasi: Perempuannya Dijual ke China

Akun Twitter Nicho Silalahi Dilaporkan Oleh DAD, IKBM Kalbar Dukung Penuh

"Kami dengan ini meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas pemilik akun Twitter @nicho_silalahi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

"Dan kami turut meminta maaf kepada seluruh masyarakat adat di Kalbar manakala tersinggung atas kontroversi itu, yang mengaku sebagai Nicho Silalahi. Belum diketahui apakah benar yang bersangkutan adalah masyarakat Batak yang bermarga Silalahi," imbuhnya.

Sebelumnya, setelah video pernyataan Edy Mulyadi yang penuh kontroversi terkait pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan viral, terdapat pula kicauan dari akun Twitter @nicho_silalahi yang juga mendapat respons dari berbagai kalangan.

Dalam kicauannya, pemilik akun Twitter @nicho_silalahi menuliskan:

"Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks, anak-anak pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan “Tempat Jin Buang Anak” kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?”.

Atas cuitan itu, Pada Rabu 2 Februari 2022, Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat melaporkan akun Twitter @nicho_silalahi, ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat.

Pada proses pelaporannya, DAD Kalbar didampingi oleh sejumlah paguyuban lintas etnis di Kalbar.

Dewan Adat Dayak Kalbar Didampingi Paguyuban Lintas Etnis Laporkan Akun Twitter Nicho Silalahi

Kicauan Nicho Silalahi, Pemuda Batak Bersatu Kalbar Dukung Paguyuban Lintas Etnis Lapor Polisi

"Kami dari DAD Kalbar membuat laporan tentang tulisan dari Nicho Silalahi, dan saya tidak sendiri, saya didampingi dari paguyuban lintas etnis di Kalbar," ujar Ketua DAD Kalbar Jakius Sinyor.

Jakius Sinyor berharap dengan laporan ini dapat meredakan keresahan masyarakat akibat tulisan dari akun Twitter Nicho Silalahi beberapa waktu lalu yang dinilainya mengandung unsur ujaran kebencian.

"Tentu harapan saya kepada pihak kepolisian ini segera ditindaklanjuti. Siapapun pemilik akun Twitter Nicho Silalahi ini adalah persons, karena gara-gara dia ini masyarakat resah," jelasnya.

Kompol Asep Mustofa, Panit 1 Subdit Siber, Ditreskrimsus Polda Kalbar yang menerima Laporan tersebut menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved