Bupati Karolin Resmikan Jembatan Gantung Terpanjang di Kabupaten Landak

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk dari perhatian Pemerintah Kabupaten Landak

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Humas Pemda Landak
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat meresmikan jembatan gantung di Dusun Kurnia, Desa Semedang, Kecamatan Kuala Behe pada Rabu 26 Januari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak Karolin Margret Natasa meresmikan jembatan gantung yang berlokasi di Dusun Kurnia, Desa Semedang, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak pada Rabu 26 Januari 2022.

Jembatan gantung terpanjang di Kabupaten Landak ini secara teknis memiliki panjang 100 meter dengan lebar 1,2 meter yang melintasi sungai Landak.

Hadir dalam peresmian jembatan gantung ini Kepala Dinas PUPRPERA Kabupaten Landak, Anggota DPRD Kabupaten Landak, Camat Kuala Behe, Forkopimcam dan masyarakat Dusun Kurnia.

Dalam sambutannya, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk dari perhatian Pemerintah Kabupaten Landak dalam bidang infrastruktur.

Desa Parigi Laksanakan Musdesus Penetapan KPM BLT DD Tahun 2022

"Jembatan ini bukan merupakan kebetulan ada pembangunan jembatan gantung juga, hal ini bukanlah tiba-tiba. Karena walau pun saya tidak sering datang kesini tetapi apa yang ada di wilayah Kabupaten Landak termasuk di Dusun Kurnia, Desa Semedang, Kecamatan Kuala Behe juga menjadi perhatian saya," ucap Karolin.

Bupati Karolin juga mengatakan pembangunan jembatan gantung ini dilakukan dengan cara bertahap, mengingat saat ini semua keuangan pemerintah dilakukan refocusing atau memfokuskan kembali anggaran untuk menangani Pandemi COVID-19.

"Ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Landak di bawah kepemimpinan saya, walau pun kita tidak bisa menyelesaikan semua persoalan tetapi mari kita pikir mana yang menjadi prioritas dan harus kita kerjakan," ungkap Karolin.

Dijelaskannya, walau pun situasi Pandemi COVID-19 mempengaruhi ekonomi masyarakat termasuk APBN, APBD, APBDes akibat refocusing.

"Jadi kita tahu bahwa jembatan ini adalah program pembangunan yang disisihkan dengan niat. Dan kita bersyukur akhirnya pembangunan jembatan ini selesai dengan baik," jelas Karolin.

Karolin juga meminta kepada warga untuk selalu menjaga dan merawat bangunan yang sudah di bangun oleh pemerintah, agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama.

"Semoga bangunan ini kuat untuk dipakai beberapa tahun ke depan serta selalu terawat. Oleh sebab itu tolong dijaga karena yang menggunakan jembatan ini adalah warga disini," pinta Karolin.

Terakhir, dirinya juga tidak lupa mengingatkan semua warga untuk selalu mendukung program pemerintah berupa menjaga diri dengan mengikuti vaksinasi.

"Saya juga mengajak kita semua untuk menyukseskan upaya pemerintah dalam melawan pandemi COVID-19. Walaupun beberapa waktu yang lalu kasusnya sempat tinggi tapi meski saat ini sudah menurun namun kita tetap waspada terlebih ada varian baru yakni Omicron maka kita juga nantinya diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi booster yang bertujuan untuk mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun di populasi yang ditemukan berdasarkan hasil sero survei," ungkap Karolin.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPERA) Kabupaten Landak Erani mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini dilakukan bertahap yakni selama dua tahun.

"Jembatan gantung ini merupakan yang terpanjang di Kabupaten Landak. Adapun kegiatan ini dimulai pada tahun 2020 dengan anggaran 1,476 miliar kemudian ditindaklanjuti pada tahun 2021 dengan anggaran sekitar 200 juta untuk membangun jembatan pendekat bangunan utama," beber Erani. (*)

(Simak berita terbaru dari Landak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved