Breaking News:

Diskumindag Sambas Masih Tunggu Petunjuk Kebijakan Minyak Goreng Subsidi

“Cuma masalahnya sampai sekarang kita masih belum mendapat petunjuk maupun arahan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Luthfi
Kantor Diskumindag Kabupaten Sambas. TRIBUN/ Wawan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas Syahrul melalui Budi menjelasakan kenaikan harga minyak goreng dan wacana pemerintah menyubsidi harga minyak goreng.

“Informasi dari kepala bidang, kabid-kabid memang sudah mendengar ada wacana program subsidi minyak goreng dari pemerintah pusat,” ujar Budi saat dimintai keterangan oleh wartawan, Rabu 12 Januari 2022.

Namun demikian, dia menjelaskan bahwa terkait rencana subsidi pemerintah belum disertai petunjuk dan arahan.

“Cuma masalahnya sampai sekarang kita masih belum mendapat petunjuk maupun arahan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Warga Sambas Keluhkan Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional dan Ritel Modern

Dia melanjutkan, khususnya arahan dari Kementerian Perdagangan, pihaknya sampai dengan saat ini masih menunggu bagaimana tindak lanjutnya.

“Selain itu, termasuk masalah teknis berapa subsidi yang diberikan, pihak dan kalangan apa saja yang mendapat subsidi,” katanya.

Dia menyebutkan Diskumindag Kabupaten Sambas masih menunggu arahan dari pihak Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, kata dia, kenaikan harga minyak goreng curah yang menjadi paling signifikan sejak Juni 2021 lalu.

“Minyak goreng kenaikannya sudah cukup signifikan adalah minyak goreng curah yang sudah naik sejak lama. Sudah dari Juni 2021 kemarin ya kenaikan minyak goreng curah,” tuturnya.

Harga minyak goreng curah, ucapnya, sekarang sudah hampir Rp20 ribu per liter sementara minyak goreng kemasan mulai naik sejak dua bulan lalu.

Disebutkannya, salah satu penyebab kenaikan minyak goreng adalah akibat naiknya biaya produksi minyak goreng. “Bahan baku minyak goreng satu diantaranya adalah kelapa sawit, sedangkan harga kelapa sawit saat ini sedang naik,” ujarnya.

Harga kelapa sawit beberapa bulan lalu Rp1300 per kilogram sementara saat ini mencapai Rp3000 per kilogram.

“Kemudian harga dari produk kelapa sawit seperti CPO itu ditentukan oleh pasar global. Segingga naiknya harga produk tersebut menyebabkan produk turunan seperti minyak goreng menjadi ikut naik,” tuturnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved