Breaking News:

Tim Opsnal Satreskrim Polres Kubu Raya Tangkap Dua Tersangka Penggelapan 1 Unit Mobil Avanza

Sedangkan CH dan DD patut diduga melakukan pidana pertolongan jahat (penadah) sementara untuk ED masih berstatus Saksi dalam kasus pengelapan ini

Editor: Jamadin
Dok. Polres Kubu Raya
Dua tersangka dan mobil Avanza saat diamankan Polres Kubu Raya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Tim Opsnal Satreskrim Polres Kubu Raya berhasil mengamankan dua tersangka penggelapan satu Unit Mobil Jenis Avanza milik AA (31) Warga Kecamatan Sungai Kakap yang dilakukan oleh CH (31) Warga Tanjung Raya dan SA (36) warga Sungai Kakap, Kamis 6 Januari 2022.

Keduanya diamankan setelah korban AA melaporkan kejadian pengelapan yang di lakukan CH dan SA ke Polres Kubu Raya.

Kasatreskrim Polres Kubu Raya AKP Jatmiko saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

"Kami telah mengamankan dua orang tersangka pelaku pengelapan satu Unit kendaraan Roda empat jenis Avanza warna silver dimana keduanya diamankan tim opsnal Polres Kubu Raya di wilayah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Sabtu 1 Januari dini hari,” kata Jatmiko.

Kasat menambahkan dimana kedua pelaku berinisial CH (31) Warga Tanjung Raya dan SA (36) warga Sungai Kakap sekarang sudah diamankan di Polres Kubu Raya.

Kasus Dugaan Penggelapan Dengan Kerugian 1 Milyar di Pontianak Selangkah Lagi Masuk Tahap Tuntutan

Mereka berperan masing-masing, tersangka  SA menyewa kendaraan dengan korban AA selama  satu Bulan kemudian tersangka SA mengadaikan kendaran tersebut kepada ED (41) warga Pontianak kemudian dari ED disewakan kembali kepada CH (31) warga Tanjung Raya dari tangan CH lalu kendaraan tersebut dijual oleh Tersangka CH dan DD yang saat ini masih (DPO), dijual kembali kepada  TF (33) warga Singkawang seharga Rp 38 juta,” tambah Jatmiko.

Dari serangkaian kejadian tersebut dan dari hasil Berita Acara pemeriksaan maka ditetapkan CH (31) Warga Tanjung Raya dan SA (36) warga Sungai Kakap sebagai pelaku pengelapan dan dikenakan pasal 372 KUHP.

"Sedangkan CH dan DD patut diduga melakukan pidana pertolongan jahat (penadah) sementara untuk ED masih berstatus Saksi dalam kasus pengelapan ini," tutur Jatmiko.

[Update Berita Polda Kalbar]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved