Pola Hidup Sehat
Berapa PH Urine Normal ? Kenali 11 Penyakit Lewat Warna Urine
Warna urine tersebut bisa memberikan sejumlah informasi terkait kesehatan tubuh Anda. Salah satu yang paling mendasar adalah seberapa...
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tahukah Anda, warna urine yang berubah-ubah itu sebenarnya menunjukkan kondisi tubuh?
Ya, warna urine tersebut bisa memberikan sejumlah informasi terkait kesehatan tubuh Anda.
Salah satu yang paling mendasar adalah seberapa terhidrasi tubuh kita.
Dalam tingkat yang lebih jauh, warna urine bisa mencerminkan tentang makanan, vitamin, hingga obat-obatan yang Anda konsumsi.
Lebih jauh lagi, warna urine yang tidak biasa juga bisa menjadi tanda penyakit tertentu.
• Bahaya Tidur Jam 10 Pagi, Sebabkan Terserang Banyak Penyakit Hingga Menurunkan Kesuburan
Inilah mengapa sangat penting untuk memperhatikan warna urine yang dikeluarkan.
Dilansir dari Kompas.com, berikut 11 warna urine dan artinya terhadap kondisi tubuh Anda.
1. Bening atau transparan
Melansir dari Healthline, warna urine yang transparan memiliki arti Anda minum lebih dari jumlah air yang dibutuhkan tubuh.
Ini artinya tubuh Anda terhidrasi lebih dari cukup.
Meski terhidrasi adalah hal yang baik, tapi minum lebih banyak air dapat menghilangkan elektrolit dalam tubuh Anda.
Jika melihat warna urine semacam ini, Anda tak perlu panik.
Anda hanya perlu mengurangi jumlah air yang diminum saja.
2. Kuning pucat (kuning lemon)
Jika warna urine Anda adalah kuning pucat artinya Anda sehat.
Ini juga berarti tubuh Anda terhidrasi dengan baik.
Warna kuning berasal dari pigmen yang disebut urokrom.
Urokrom diproduksi oleh tubuh dengan memecah hemoglobin, atau protein pembawa oksigen dalam sel darah merah.
Warna ini akan menjadi lebih encer saat kita minum air.
Inilah yang menjadikan warna urine dapat menunjukkan seberapa terhidrasi kita.
• 3 Posisi Tidur Saat Asam Lambung Naik, Melindungi Tubuh dari Efek Berbahaya Refluks Asam Lambung
3. Kuning
Seperti penjelasan di atas, urine berwarna kuning merupakan warna yang normal. Ini juga menunjukkan bahwa tubuh Anda cukup terhidrasi.
4. Kuning Tua
Melansir dari Business Insider, warna ini menunjukkan Anda baik-baik saja.
Tapi, mungkin Anda perlu menambah asupan air karena ini berarti tuuh Anda sudah dalam ambang batas terhidrasi.
5. Kuning kecokelatan atau seperti madu
Warna kuning kecokelatan pada urine menunjukkan Anda berada di ambang batas dehidrasi. Artinya, Anda perlu minum banyak air untuk mengatasinya.
6. Cokelat pekat seperti coca cola
Warna urine yang cokelat pekat memiliki arti kurang baik.
Itu karena warna ini bisa menunjukkan adanya penyakit hati (liver) atau dehidrasi.
Selain itu, beberapa kasus cedera otot juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal sehingga mengubah warna urine menjadi seperti coca cola.
Langkah awal ketika menemukan warna urine ini, Anda bisa meminum lebih banyak air.
Jika setelah minum banyak air warna urine tidak berubah, Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh Anda.
• Apakah Darah Haid Berwarna Hitam Berbahaya ? Waspada Bisa Jadi Tanda Kanker Serviks
7. Oranye
Warna oranye pada urine menunjukkan bahwa Anda sedang dehidrasi.
Namun, warna urine ini juga dapat berarti Anda sedang mengalami masalah liver atau saluran empedu.
Kondisi kesehatan tersebut bisa diyakinkan jika Anda juga memiliki feses berwarna terang.
Tak perlu buru-buru khawatir, merangkum dari Mayo Clinic, warna oranye pada urine juga bisa disebabkan pewarna makanan atau obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Jika mengalami warna urine seperti ini, Anda perlu mengingat kembali makanan apa yang menyebabkan warna tersebut.
Tapi jika Anda tidak memakan makanan berpewarna, segera temuilah dokter untuk memeriksakan diri.
8. Biru atau hijau
Warna urin biru atau hijau kebanyakan disebabkan oleh pewarna makanan.
Tapi jangan sepelekan, karena warna ini juga bisa berarti beberapa hal.
Misalnya, efek dari obat-obatan, infeksi bakteri, atau penyakik genetik yang langka.
Untuk memastikannya, segera temui dokter.
9. Pink atau kemerahan
Jika sebelumnya Anda mengonsumsi buah bit, blueberry, atau makanan berpewarna merah, Anda tak perlu khawatir.
Wrana kemerahan pada urine juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Namun, jika sedang tidak mengonsumsi makanan atau obat-obatan tersebut, sudah sewajarnya Anda memeriksakan diri ke dokter.
Itu karena warna kemerahan dalam urine bisa menunjukkan adanya infeksi, darah, masalah prostat, atau penyakit ginjal.
• Turunkan Darah Tinggi dengan Daun Pandan, Bisa Dimasukkan Saat Masak Nasi atau Direbus
10. Berbusa atau berbuih
Bagi Anda yang mengalami urine berbusa atau berbuih, mungkin ada masalah pada ginjal atau hanya kelebihan protein.
Hal ini juga bisa menjadi tanda Anda mengalami infeksi saluran kemih (ISK).
Dalam beberapa kasus, urine berbuah juga bisa jadi tanda dehidrasi.
Jika hal ini terjadi terus-menerus, sebaiknya segera temui dokter untuk memastikan penyebabnya.
11. Warna lain
Masih banyak warna yang mungkin terjadi pada urine seseorang.
Misalnya warna ungu atau warna yang lainnya.
Meski mungkin aneh, tak perlu takut dengan warna-warna ini.
Bisa jadi itu hanya karena pewarna makanan, obat-obatan, atau obat kemoterapi.
Namun jika Anda tidak yakin apa penyebabnya, membuat temu janji dengan dokter bisa menjadi pilihan.
Berapa PH Urine Normal ?
Nilai pH urine normal berkisar antara 4,5- 8,0.
Namun, nilai rata-ratanya adalah 6,0 dan nilai pH urine yang netral adalah 7,0.
Urine yang memiliki pH di bawah 5,0 adalah asam, sedangkan pH di atas 8,0 adalah basa.
Meski begitu, tiap laboratorium bisa saja memiliki nilai normal tersendiri.
Namun, hal itu tidak akan berbeda jauh dari rentang yang telah disebutkan di atas.
Salah satu faktor yang paling memengaruhi pH urine adalah pola makan.
Sehingga, sebelum menilai hasil laboratorium dari pemeriksaan urine tersebut, dokter akan menanyakan tentang pola makan Anda sehari-hari.
Jika pH urine tidak normal, tandanya ada penyakit ini
Jika dari hasil pemeriksaan, nilai pH urine di bawah normal, maka itu menjadi salah satu tanda Anda lebih mudah terkena batu ginjal.
Risiko penyakit lain yang juga meningkat apabila pH urine asam adalah:
- Asidosis
- Dehidrasi
- Diabetes ketoasidosis
- Diare
- Kelaparan
Sementara itu, apabila pH urine terbaca lebih tinggi dari nilai normal, maka ada indikasi bahwa
Anda mengalami gangguan di bawah ini:
- Gagal ginjal
- Asidosis tubulus ginjal
- Obstruksi pilorus atau penyempitan katup yang terletak di antara lambung dan usus halus
- Alkalosis respiratori
- Infeksi saluran kemih
- Muntah-muntah
Kadar pH urine juga bisa lebih tinggi dari angka normal jika Anda baru saja menjalani gastric suctioning.
Nilai pH urine bukanlah satu-satunya acuan untuk mendiagnosis penyakit.
Sehingga, dokter tetap akan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan.
Apabila pola makan menyebabkan pH urine menjadi tidak normal, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengubah pola makan menjadi yang lebih sehat dan seimbang.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Warna Urine Ini Ungkap Kondisi Kesehatan Anda"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/berapa-ph-urine-normal-kenali-11-penyakit-lewat-warna-urine.jpg)