Breaking News

Adaptasi Digital Menuju Kebangkitan UMKM di 2022

Problem tersebut begitu terasa oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dimana sektor yang satu ini sangat terdampak dengan merebaknya wabah

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/BPC Hipmi Kota Pontianak
Muhammad Holil (Wakil Sekretaris Umum BPC HIPMI Kota Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Muhammad Holil (Wakil Sekretaris Umum BPC HIPMI Kota Pontianak, dan Mahasiswa Magister Keuangan Syariah Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta) menyebutkan Pandemi COVID-19 yang hampir dua tahun melanda Dunia memang menyisakan problem tersendiri bagi sektor ekonomi terutama di Indonesia. Senin 03 Januari 2022.

Problem tersebut begitu terasa oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dimana sektor yang satu ini sangat terdampak dengan merebaknya wabah virus yang disinyalir berasal dari wuhan tersebut.

Namun demikian tahun 2022 diprediksi menjadi momentum kebangkitan UMKM, sinyal baik ini dilihat dari beberapa indikator, diantaranya: Pertama, ketercapaian vaksinasi di Indonesia yang cukup tinggi.

Data yang penulis peroleh dari situs Vaksin Kementerian Kesehatan per 30 Desember 2021 menunjukkan untuk jumlah ketercapaian vaksin tahap satu lebih dari 160,012,443 juta orang atau 76,83 persen. Sedangkan vaksinasi tahap II mencapai 113,004,368 juta dosis lebih atau 54,26 persen.

Vaksinasi untuk Anak-anak, Dewan Pontianak Minta Dinas Terkait Sosialisasikan Kepada Masyarakat

Ketercapaian angka vaksin yang tinggi ini mengantarkan Indonesia pada 5 besar negara dengan tingkat ketercapaian vaksinasi yang tinggi.  Dan hemat penulis ini merupakan sinyal baik bagi pemulihan ekonomi.

Kedua perubahan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang semulanya di rencanakan pemerintah level tiga, berubah menjadi Level 2 selama periode natal dan tahun baru. Dan ini penulis yakini akan menambah geliat pemulihan ekonomi terutama di sektor pariwisata yang kemudian akan memberi dampak secara langsung terhadap produk atau jasa para pelaku UMKM.

Indikator berikutnya, realisasi penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengalami peningkatan, naik menjadi 92.26% dari target pemerintah atau sekitar  Rp 262,95 triliun dengan serapan sekitar 6.962.882 Debitur. Artinya data tersebut menunjukkan geliat ekonomi yang semakin membaik.

UMKM Harus Adaptasi Digital

Menyambut baik prediksi pertumbuhan ekonomi 2022 lewat beberapa indikator yang penulis sebutkan diatas, maka penting bagi UMKM untuk menyiapkan mental dan rencana tranformasi sebagai upaya beradaptasi dengan digital.

Sebab memasuki era modern dengan laju arus teknologi digital yang tak terbendung ini mengharuskan semua sektor agar melakukan perubahan, tidak terkecuali pelaku UMKM yang mesti Go Digital.

Secara resmi tahun 2022 Indonesia memegang Presidensi Group of Twenty (G20) yang dimulai dari 1 Desember 2021 hingga diselenggarakannya KTT G20 pada November 2022.

G20 sendiri merupakan forum bergengsi dunia dimana terdapat 19 negara utama dan Uni Eropa yang melakukan kerja sama multilateral. Dan salah satu yang menjadi topik pada Presidensi G20 Indonesia adalah Transformasi Digital dan Ekonomi.

Digitalisasi bisnis itu sendiri merupakan suatu proses peralihan dari sistem konvensional menjadi virtual yang mengubah interaksi, komunikasi,  dan segala manfaat dalam bisnis menjadi digital.

Dengan digitalisasi para pelaku usaha dapat mampu menjangkau pasar lebih luas dan memperluas jangkauan promosi serta efisensi dalam distribusi.

Digitalisasi menjadi kunci bagaimana para pelaku usaha mampu bertahan saat pandemi, tidak dapat dipungkiri pelaku UMKM yang mampu bertahan saat pandemi adalah mereka yang mampu beradaptasi terhadap dunia digital.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved