Pola Hidup Sehat

BPOM AS Setuju Apretude Jadi Obat Suntik HIV Pertama Kali, Lihat Cara Kerjanya

Varian HIV yang resistan terhadap obat telah diidentifikasi pada orang dengan HIV yang tidak terdiagnosis saat menggunakan Apretude untuk HIV PrEP.

Tribunnews/Herudin
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Tenaga kesehatan harus kreatif beri sosialisasi vaksinasi Covid-19 di daerah terpencil 

Sebagai informasi, Apretude merupakan obat jangka panjang dan dapat bertahan di tubuh selama 12 bulan atau lebih setelah suntikan terakhir.

Kondisi yang tidak diperbolehkan

Dituliskan drugs.com, seseorang yang tidak boleh menerima Apretude sebagai berikut:

1. Sudah terinfeksi HIV-1

Bagi orang yang positif HIV-1 perlu minum obat lain untuk mengobatinya. Apretude tidak disetujui untuk pengobatan HIV-1.

2. Tidak tahu status infeksi HIV-1

Kemungkinan orang telah positif HIV-1 dan perlu obat lain untuk mengobatinya. Apretude hanya dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi HIV-1 sebelum terinfeksi.

3. Alergi terhadap cabotegravir

Sementara itu, sebelum menerima Apretude, beri tahu penyedia layanan kesehatan mengenai semua kondisi medis, termasuk:

  • Pernah mengalami ruam kulit atau reaksi alergi terhadap obat yang mengandung cabotegravir
  • Memiliki atau pernah memiliki masalah hati
  • Pernah mengalami masalah kesehatan jiwa
  • Hamil atau berencana untuk hamil
  • Menyusui atau berencana menyusui
  • Jangan mengonsumsi Apretude jika sedang mengonsumsi obat karbamazepin, okskarbazepin, fenobarbital, fenitoin, rifampisin, dan rifapentin.

Dalam menggunakan Apretude, harus tetap berada di bawah pengawasan tenaga medis.

CAIRAN TUBUH yang Tidak Bisa Menularkan HIV AIDS ? Penyebab Utama Penularan HIV atau AIDS Adalah ?

Uji coba

Keamanan dan kemanjuran Apretude untuk mengurangi risiko tertular HIV dievaluasi dalam dua uji coba acak tersamar ganda yang memandingkan Apretude dengan Truvada, obat oral sekali sehari untuk HIV PrEP.

Percobaan pertama termasuk laki-laki yang tidak terinfeksi HIV dan perempuan transgender yang berhubungan seks dengan laki-laki dan memiliki perilaku berisiko tinggi terinfeksi HIV. Sedangkan percobaan kedua termasuk wanita cisgender yang tidak terinfeksi yang berisiko tertular HIV.

Perserta yang menggunakan Apretude memulai uji coba dengan cabotegravir (oral, tablet 30 mg) dan plasebo setiap hari hingga lima minggu, diikuti dengan injeksi Apretude 600 mg pada bulan pertama dan kedua, kemudian setiap dua bulan setelahnya dan tablet plasebo setiap hari.

Sementara peserta yang menggunakan Truvada memulai uji coba dengan mengonsumsi Truvada dan plasebo oral setiap hari hingga lima minggu, diikuti dengan Truvada oral setiap hari dan injeksi intramuskular plasebo pada bulan pertama dan kedua, serta setiap dua bulan setelahnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved