Kadiskes Harisson Minta Bupati/Walikota Komandoi dan Terjun Langsung dalam Pelaksanaan Vaksinasi
Ia mengatakan sekarang ini Bupati dan Walikota Se-Kalbar harus terjun langsung untuk mengawasi atau membuat strategi percepatan vaksinasi.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson meminta dalam percepatan vaksinasi Bupati dan Walikota harus mengomandoi langsung percepatan pelaksanaan vaksinasi jangan hanya diserahkan dengan Kadiskesnya saja.
Ia mengatakan sekarang ini Bupati dan Walikota Se-Kalbar harus terjun langsung untuk mengawasi atau membuat strategi percepatan vaksinasi.
Kalau bupati dan walikota langsung mengomandoi maka semua kekuatan akan bergerak membantu percepatan vaksinasi.
Dikatakannya kalau vaksinasi belum mencapai target tertentu maka vaksinasi pada anak usia 6-11 tidak bisa dilaksanakan.
• Realisasi Janji Kampanye, Sutarmidji Katakan Jembatan Sungai Sambas Besar Akan Segera Terealisasi
“Jadikan kita kasihan. Belum lagi sangsi dari Mendagri yang akan memgurangi dana insentif daerah,”ujarnya usai mendampingi Gubernur Sutarmidji meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kantor Desa Kubangga, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Minggu 26 Desember 2021.
Selain itu, Pemerintah juga mengejar agar tercapainya Herd Immunity.
“Karena sekarang kita ingin vaksinasi bisa mencapai Herd immunity 70 persen supaya kita tidak kejadian seperti Juni dan Juli lalu dimana terjadi lonjakan kasus,”ujarnya.
Kalau sudah terbentuk Herd Immunity, maka terbentuknya tidak seperti virus Omicron. Dimana angka Hospitalisasinya dan tingkat kematian rendah kalau sudah melakukan divaksin.
“Sekarang Bupati Wako jangan biarkan Satgas turun sendiri harus dikomandoi sendiri, karena yang paham daerahnya sendiri adalah bupati walikota,”tegas Harisson.
Dalam hal ini, Satgas Covid-19 di daerah pasti patuh dengan bupati atau walikota masing-masing.
Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Landak dimana tiap jemaat yang keluar dari gereja bisa lakukan vaksinasi walau pun tidak membawa KTP, yang penting dilakukan vaksin dulu.
Urusan administrasi belakangan bisa diantar manual atau menyusul. Langkah seperti itu dikatakan Harisson bagus sekali.
Lalu langkah jemput bola juga dilakukan seperti di Pontianak dalam rangka vaksinasi lansia. Beberapa daerah juga sudah mulai melakukan hal yang sama.
“Seperti di Landak untuk vaksinasi di Gereja atau rumah ibadah lainnya, sebelumnya Gubernur sudah meminta untuk melakukan vaksinasi seperti di Masjid dilakukan vaksinasi setelah salat,”jelasnya.
Jadi orang yang mau melakukan vaksinasi bisa dilakukan vaksinasi di tempat keramaian orang berkumpul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gubernur-sutarmidji-didampingi-bupati-sambas-sdf.jpg)