Bupati Jarot Harap ISKA Sintang Jadi Lokomotif Gerakan Solidaritas Tanpa Sekat
Jarot berharap ISKA Kabupaten Sintang juga dapat terus memperkuat konsep Sintang sebagai rumah besar bagi semua lapisan masyarakat.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno berharap Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (DPC ISKA) Kabupaten Sintang menjadi lokomotif gerakan solidaritas tanpa sekat sebagai kelompok intelektualitas terbesar di Kabupaten Sintang.
Menurut Jarot, kedepan tantangan di Kabupaten Sintang akan sangat kompleks. Mulai dari pandemi, sampai dengan banjir.
“Masalah yang kita hadapi saat ini adalah masalah pandemi covid-19, yang sebenarnya biasa-biasa saja asal kita mau menggunakan masker dan mau di vaksin. Capaian target vaksinasi di Kabupaten Sintang masih sangat rendah. Sampai akhir tahun ini, kalau bisa harus 70 persen capaian vaksinasi,” kata Jarot saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (DPC ISKA) Kabupaten Sintang Periode 2021-2025 di Langkau Kita Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang, belum lama ini.
Masalah banjir, Jarot menyebut secara langsung ada hubungannya dengan persoalan ekologis dan degradasi lingkungan. Banyak upaya yang sudah dilakukan seperti pemasangan geobag, tapi itu hanya upaya sementara yang belum tahu hasilnya apa.
• TNI-Polri di Sintang Siap Berikan Rasa Aman Selama Nataru
"Kita membutuhkan ide yang brilian dan konkrit serta konservasi lingkungan kita, sehingga sumbangan ide dari ISKA tentang konservasi lingkungan sangat kita tunggu,” kata Jarot.
Jarot berharap ISKA Kabupaten Sintang juga dapat terus memperkuat konsep Sintang sebagai rumah besar bagi semua lapisan masyarakat.
"Masih ada masalah lain yang memerlukan kerjasama semua elemen untuk menghadapinya. Saya harapkan ISKA dapat terus memperkuat konsep sintang rumah besar kita semua," harapnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sintang)