Guru di Kecamatan Subah Ingin Perpustakaan Sediakan Banyak Buku Cerita
dikatakan Seli, bagaimana setiap anak dapat memgambil satu buku untuk dibaca. Terutama kepada anak anak untuk senang membaca buku cerita.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Seliana Yusta, guru SDN 07 Satai D Desa Bukit Mulia Kecamatan Subah Kabupaten Sambas, mengaku senang dapat menghadiri Gemilang Perpustakaan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sambas, Kamis 16 Desember 2021.
“Saya senang sekali bisa menghadiri acara ini, apalagi dari siswi kami berkesempatan ikut berpartisipasi dalam mengisi kegiatan ini,” katanya kepada Tribun Pontianak.
Guru yang disapa Seli itu mengatakan kesempatan tersebut menjadi suatu kebanggan bagi sekolahnya.
“Harapan kami anak anak senang untuk membaca. Karena di sekolah kami juga ada perpustakaan, dan mereka lebih banyak memanfaatkan waktu luang untuk membaca,” katanya.
Lebih jauh, dikatakan Seli, bagaimana setiap anak dapat memgambil satu buku untuk dibaca. Terutama kepada anak anak untuk senang membaca buku cerita.
• Dihadapan Bupati Sambas Satono, Kezia Ceritakan Kisah Batu Balah Batu Betangkop
Menurut Seli peningkatan infrastrukur bacaan seperti perpustakaan perlu ditingkatkan lagi di Kabupaten Sambas. Mulai dari ketersediaan perpustakaan di kecamatan hingga perpustakaan di desa desa.
“Kemudian ketersediaan buku buku cerita bagi anak anak juga perlu diperbanyak. Seperti buku dongeng, buku buku bercerita untuk anak anak,” ujarnya.
Supaya anak senang membaca, kata Seli anak cenderung lebih senang buku bacaan bergambar.
“Sebab anak anak kecil senang melihat gambar. Artinya perlu buku cerita bergambar yang memang disenangi oleh anak anak, dari pada buku buku ilmiah,” katanya.
Kadang ditemui, imbuh Seli, saat pembelajaran anak anak kurang minat di situ. Selain itu, tantangan anak anak di era sekarang adalah bagaimana Smartphone menjadi barang yang lebih menarik dari pada buku.
“Tantangan sekarang dimana anak anak lebih tertarik hp daripada buku,” tuturnya.
Dia berharap, adanya perpustakaan yang dapat menyediakan bacaan dari hp, baik itu berbasis aplikasi atau sistem lain yang dapat diakses dari hp.
“Sehingga anak anak meskipun memegang hp namun literasinya tetap berjalan. Jadi bisa membaca dari aplikasi buku yang ada sehingga hp tidak cuman untuk membuka medsos, atau bermain game,” jelasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sambas)