Warga Mempawah Prihatin Seringnya Terjadi Kecelakaan di Simpang Empat SMAN 1 Mempawah Hilir

"Pihak Pemkab Mempawah melalui dinas terkait harus bergerak cepat meninjau lokasi rawan laka. Lihat apa penyebabnya, dan carikan solusinya," katanya.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
Lokasi perempatan jalan SMAN 1 Mempawah Hilir, yabg rawan terjadi kecelakaan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sejak sepekan terakhir ini, berbagai video CCTV yang merekam kejadian kecelakaan lalu lintas di perempatan SMAN 1 Mempawah Hilir, Jalan Raden Kusno, beredar luas di jagat maya.

Rekaman itu menggambarkan secara jelas berbagai kecelakaan yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

Bahkan tercatat ada tiga kali kecelakaan lalu lintas dalam sepekan terakhir di tempat yang sama.

Warga yang miris melihat berbagai insiden tersebut, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dishub agar segera menyurati pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Subandio Harap Pihak Terkait Segera Pasang Sarana Pengatur Lalu Lintas

Hal tersebut disampaikan Arifin salah satu warga Mempawah saat ditemui Tribun ketika meninjau lokasi rawan laka di Simpang Empat SMAN 1 Mempawah Hilir.

"Sebagai warga Mempawah saya sangat prihatin dengan adanya kecelakaan yang terjadi. Bahkan saya lihat dari video CCTV yang beredar ada tiga kali dalam seminggu terakhir ini orang kecelakaan di tempat yang sama," ujarnya, Selasa 14 Desember 2021.

Arifin juga mengatakan, sebenarnya untuk rambu-rambu lalulintas memang sudah terpasang di sekitar jalan raya tersebut. Namun dirinya menduga adanya kecelakaan karena kelalaian para pengendara yang terkadang terkesan terburu-buru.

"Kalau saya lihat untuk rambu-rambu memang ada, namun itulah terkadang masyarakat tidak tahu arti petunjuk dari rambu-rambu. Serta kecelakaan ini kalau saya lihat dari video memang antar pengendara saling tidak sabar untuk melintas," katanya.

Selain itu kata Arifin, meskipun status jalan adalah jalan Nasional, Pemkab Mempawah juga harus mencarikan solusi tidak hanya berdiam diri melihat seringnya kecelakaan yang terjadi.

"Pihak Pemkab Mempawah melalui dinas terkait harus bergerak cepat meninjau lokasi rawan laka. Lihat apa penyebabnya, dan carikan solusinya," katanya.

Arifin juga menjelaskan, sebagai masyarakat Mempawah dirinya terkadang merasa ngeri untuk melintas di kawasan perempatan SMAN 1 Jalan Raden Kusno itu.

“Apalagi sejak jalannya diperlebar oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XX Pontianak, kecepatan kendaraan tambah menjadi-jadi. Sehingga memang tingkat kecelakaan pun bisa tinggi,” ungkap Arifin.

Karena itu, ia menilai perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan agar kecelakaan lalu lintas tidak terus terjadi.

“Jangan tunggu ada korban meninggal dunia, baru dibangun lamu pengatur lalu lintas. Terlebih, jalan itu nantinya akan dijadikan jalur utama transportasi Pelabuhan Internasional Kijing,” tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved