22 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

Laporan BNPB, jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004...............

Tayang:
Editor: Nasaruddin
JUNI KRISWANTO / AFP
Petugas penyelamat melakukan pencarian warga di daerah yang tertutup abu vulkanik di desa Sumberwuluh di Lumajang pada 5 Desember 2021, setelah letusan gunung Semeru yang menewaskan sedikitnya 22 orang. 

5. Cavella (19), warga Dusun Sriti, Desa Kebondeli;

6. M Roni (40), warga Desa Sumberwuluh;

7. Alfan (23), warga Desa Kajarkuning.

Dilansir Tribunnews, Tim Basarnas berhasil mengevakuasi lima korban erupsi Gunung Semeru pada Senin.

Humas Basarnas, Agus Basori, mengungkapkan korban yang berhasil dievakuasi didominasi laki-laki.

"Total hari ini, tim SAR menemukan dan mengevakuasi 5 korban dengan rincian 4 korban berjenis kelamin laki-laki dan 1 korban perempuan," ujar Agus melalui keterangan tertulis, Senin.

Kelima jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk proses identifikasi.

Pada Selasa 7 Desember 2021 pagi, Gunung Semeru terlihat cerah.

Mengutip Kompas.com, puncak gunung terlihat jelas dari Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Tidak terlihat ada awan panas guguran yang keluar dari kawah Semeru, hanya mengeluarkan asap putih.

Namun, pada Senin malam, lava pijar masih terlihat dari puncak Gunung.

Dihubungi terpisah, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Gunung Sawur, Muchlas, mengatakan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada Selasa pagi.

Tak hanya itu, seismograf di pos tersebut juga tidak mendeteksi aktivitas kegempaan yang meningkat.

"Kayaknya lagi istirahat. Posisi sekarang cerah. Tidak terpantau aliran awan panas guguran pagi ini," kata Muchlas melalui sambungan telpon dari Desa Supiturang, Selasa.

"Seismograf landai saja," tambahnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved