Breaking News:

GUBERNUR SUTARMIDJI Meradang Pegawai Terbukti Mark Up Anggaran Malah Minta Pindahkan ke Bapenda

Beberapa orang telah terbukti melakukan mark up dan itu temuan BPK. Besaran mark up yang dilakukan tersebut diatas Rp 1 miliar.

Penulis: Syahroni | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Saat peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Gubernur Kalbar, Sutarmidji meradang masih ada PNS dilingkungan Pemprov Kalbar yang terbukti melakukan mark up anggaran.

Padahal ia telah berulang kali mengingat para jajaran pegawai negeri sepil (PNS) dilingkungan Pemprov Kalbar agar jangan bermain-main dengan anggaran.

Ia meminta seluruh pejabat serta jajaran PNS di Pemprov bekerja sesuai aturan yang ada.

Saat ini dijelaskan Sutarmidji ada beberapa pegawai di Pemprov Kalbar telibat mark up anggaran.

Beberapa orang telah terbukti melakukan mark up dan itu temuan BPK.

Besaran mark up yang dilakukan tersebut diatas Rp 1 miliar.

Mereka yang terbukti melakukan mark up, maka diminta untuk mengembalikan temuan kerugian tersebut.

Tapi apabila tidak bisa mengembalikan kerugian yang telah ditemukan BPK, menurut Sutarmidji apa boleh buat hukum harus ditegakan.

Disampaikan Sutamridji, ada pegawai yang telah terbukti melakukan mark up anggaran malah meminta dipindahkan ke Badan Pendatan Daerah (Bapenda) agar bisa mengangsur temuan kerugian tersebut.

Mendengar permintaan yang bersangkutan seperti itu, membuat Sutarmidji semakin meradang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved