Breaking News:

Kapolres Kapuas Hulu Tegaskan Tak Ada Pawai dan Arak-arakan Malam Tahun Baru 2022

Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru, serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
KAPOLRES KAPUAS HULU AKBP WEDY MAHADI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Berdasarkan instruksi edaran Menteri Dalam Negeri nomor 62 tentang pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus Corona, pada saat Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi menegaskan bahwa, pelaksanaan perayaan tahun baru 2022, sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing- masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru, serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan," ujarnya kepada wartawan, Kamis 25 November 2021.

Meniadakan event perayaan Nataru di Pusat Perbelanjaan dan Mall, kecuali pameran UMKM, dan melakukan perpanjangan jam operasional Pusat Perbelanjaan dan Mall yang semula 10.00 –21.00 waktu setempat menjadi 09.00 – 22.00 waktu setempat,

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Terus Maksimalkan Vaksinasi Covid-19

"Untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50 persen dari kapasitas total pusat perbelanjaan dan Mall serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat," ucapnya.

Khusus dalam pelaksanakan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal 2021, dimana gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 daerah.

Selain itu juga, pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilakukan secara sederhana, tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga.

"Diselenggarakan secara hybrid, yaitu secara berjamaah atau kolektif di gereja, dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja," ujarnya.

Kemudian, jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara berjamaah atau kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas total gereja.

"Pada penyelenggaraan ibadah dan perayaan Natal, pengurus dan pengelola gereja berkewajiban untuk menyiapkan petugas melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved